Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » KMP Sula Bahagia Harus Diusut, Pengadaan Rp10,4 Miliar Wajib Dipertanggungjawabkan

KMP Sula Bahagia Harus Diusut, Pengadaan Rp10,4 Miliar Wajib Dipertanggungjawabkan

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026

Sanana, majangpolis.com – Polemik pengadaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Sula Bahagia kembali menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan mengenai kondisi kapal yang tidak lagi beroperasi serta desakan Direktur LBH Bela YAI agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Kepulauan Sula dan mantan Kepala Dinas Perhubungan terkait proyek pengadaan kapal tersebut.

Menanggapi hal itu, Akademisi STAI Babussalam Sula, Mohtar Umasugi, menilai persoalan tersebut harus dipandang secara objektif dalam perspektif tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah, bukan semata-mata sebagai isu politik.

“Prinsip yang harus dikedepankan adalah akuntabilitas penggunaan uang negara. Apabila benar kapal senilai sekitar Rp10,4 miliar tidak memberikan manfaat sebagaimana tujuan pengadaannya, maka masyarakat berhak memperoleh penjelasan secara terbuka,” kata Mohtar kepada media ini, Jum,at (24/7/2026).

Menurutnya, setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah wajib memenuhi prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 yang telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan suatu proyek pengadaan tidak cukup diukur dari selesainya proses administrasi atau pembayaran kepada penyedia, tetapi harus dilihat dari sejauh mana hasil pengadaan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kalau sebuah kapal dibeli menggunakan uang rakyat tetapi tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, penyusunan spesifikasi teknis, proses pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak hingga pengawasan pasca serah terima aset,” ujarnya.

Mohtar menambahkan, sebagai daerah kepulauan, transportasi laut merupakan kebutuhan dasar masyarakat Kepulauan Sula. Karena itu, pengadaan kapal seharusnya didasarkan pada kajian teknis yang matang, termasuk kesiapan pelabuhan, aspek keselamatan pelayaran, izin operasional, hingga kemampuan pembiayaan operasional kapal.

“Jangan sampai aset bernilai puluhan miliaran rupiah akhirnya hanya menjadi besi tua karena lemahnya perencanaan atau pengawasan,” tegasnya.

Terkait adanya desakan agar KPK melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, Mohtar menilai hal tersebut merupakan bagian dari mekanisme negara hukum yang harus dihormati.

“Jika terdapat dugaan penyimpangan, biarkan aparat penegak hukum bekerja secara profesional berdasarkan alat bukti. Namun pada saat yang sama, asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sehingga tidak terjadi penghakiman di ruang publik sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk membuka seluruh informasi terkait proses pengadaan KMP Sula Bahagia kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, menurutnya, perlu dilakukan audit menyeluruh oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna memastikan apakah seluruh tahapan pengadaan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Audit bukan semata-mata untuk mencari kesalahan seseorang, tetapi untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai proyek strategis bernilai besar justru menjadi simbol kegagalan tata kelola pemerintahan,” tutupnya. (bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Laundry Temukan Narkoba di Pakaian Pelanggan, Pemilik Langsung Diciduk BNN Malut

    Pekerja Laundry Temukan Narkoba di Pakaian Pelanggan, Pemilik Langsung Diciduk BNN Malut

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Nasib apes menipa RB, warga Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. Niat hati ingin mencuci pakaian di sebuah laundry justru berakhir di penjara. Pasalnya, pria 41 itu lupa membuka narkoba yang tersimpan di saku celananya yang hendak dicuci. Saat disortir oleh pegawai ditemukan sesuai yang mengganjal di saku celana yang […]

  • Tim Visitasi Mulai Verifikasi Kenaikan Kelas RSUD Sanana ke Tipe C

    Tim Visitasi Mulai Verifikasi Kenaikan Kelas RSUD Sanana ke Tipe C

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui tim visitasi resmi memulai proses verifikasi kenaikan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana dari Tipe D menjadi Tipe C. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula. Kegiatan visitasi berlangsung di RSUD Sanana, Senin (22/6/2026), dan dihadiri jajaran Pemerintah […]

  • Tim Teknis Misterius, Proyek Madrasah di Sula Muncul Tanpa Identitas

    Tim Teknis Misterius, Proyek Madrasah di Sula Muncul Tanpa Identitas

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pasca disoroti aksi Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, sisa pekerjaan proyek Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Bahri di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, kembali dikerjakan. Proyek yang bersumber dari APBN 2025 melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar, yakni sekitar […]

  • Pemilik Investasi Zahra Berkah Mangkir dari Panggilan Klarifikasi OJK Malut

    Pemilik Investasi Zahra Berkah Mangkir dari Panggilan Klarifikasi OJK Malut

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Pemilik atau bos investasi Zahra Berkah berinisial SHM mangkir dari panggilan klarifikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara mengenai dugaan aktivitas investasi ilegal yang menghimpun dana masyarakat. OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah melayangkan panggilan kepada SHM untuk dimintai keterangan pada, Senin (31/8/2026). Kepala OJK Maluku Utara Adi […]

  • Polres Halmahera Tengah Gelar Pesantren Kilat Perkuat Ketakwaan dan Integritas Personel

    Polres Halmahera Tengah Gelar Pesantren Kilat Perkuat Ketakwaan dan Integritas Personel

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara menggelar kegiatan pesantren kilat bagi personel Polri sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat telegram (TR) dari Kepolisian Daerah Maluku Utara kepada seluruh jajaran kepolisian di wilayahnya. Program tersebut bertujuan memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan personel Polri agar dalam […]

  • Ini 39 Organisasi yang Tercatat di Database Kesbangpol Kepulauan Sula

    Ini 39 Organisasi yang Tercatat di Database Kesbangpol Kepulauan Sula

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Sula mencatat sebanyak 39 organisasi telah terdaftar dalam database organisasi kemasyarakatan (ormas) di daerah tersebut. Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kepulauan Sula, Haykal Banapon, mengatakan dari total organisasi yang terdata tersebut terdiri atas 33 organisasi kemasyarakatan (ormas), tiga yayasan, […]

expand_less