Waktu adalah Otak: Kenali Stroke Sejak Dini demi Warga Maluku Utara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 20 Jul 2026
- visibility 62

Penyuluhan stroke kepada masyarakat pesisir.
Oleh: dr. Aryandhito Widhi Nugroho, Ph.D., Sp.BS dan dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun
_____
Stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Mengenali gejalanya dalam hitungan menit dapat menjadi penentu antara pulih dan lumpuh.
Bayangkan seorang ayah yang sedang menikmati kopi pagi tiba-tiba tidak mampu mengembangkan senyumnya sama sisi. Sudut bibirnya turun sebelah, satu tangannya melemah, dan bicaranya menjadi pelo. Keluarga panik, tetapi banyak yang memilih menunggu—berharap keadaan membaik dengan sendirinya. Padahal, pada saat itu, otaknya sedang kehilangan jutaan sel saraf setiap menit. Inilah stroke.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu secara tiba-tiba, entah karena tersumbat atau karena pembuluh darahpecah. Otak yang tidak mendapat pasokan darah akan cepat rusak. Akibatnya, dapat timbul kelumpuhan, gangguan bicara, kebutaan sebagian, penurunan kesadaran, bahkan kematian. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian nomor satu dan salah satu penyebab kecacatan terbesar.
Di Maluku Utara, angka stroke yang tercatat memang tampak rendah, hanya sekitar 4.6 per 1000 penduduk. Namun, angka yang rendah belum tentu berarti aman. Sering kali penderita tidak terdeteksi karena keterbatasan akses ke layanan kesehatan, jarak yang jauh, serta minimnya informasi. Bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, keterlambatan mengenali dan menangani stroke bisa berakibat fatal.
Atas dasar itulah, pada Minggu, 12 Juli 2026, tim Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun mengadakan penyuluhan stroke bagi masyarakat pesisir Kelurahan Tabam, Kota Ternate, bertempat di SDN 49 Kota Ternate. Kegiatan yang turut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Tabam ini bertujuan mengajak warga mengenali gejala stroke sejak dini dan bertindak cepat ketika menemuinya.
Ada satu pesan sederhana yang mudah diingat: SeGeRa Ke RS. Setiap hurufnya adalah tanda bahaya stroke. Se—Senyum yang tidak simetris, satu sisi wajah turun. Ge—Gerak separuh tubuh melemah, lengan atau tungkai sulit diangkat. Ra—biCara pelo atau tiba-tiba sulit dipahami. Ke—Kebas atau baal separuh tubuh. R—Rabun atau pandangan yang mendadak kabur. S—Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Jika satu saja tanda ini muncul secara mendadak, jangan menunggu: segeralah ke rumah sakit.
Mengapa harus cepat? Karena stroke memiliki “periode emas”. Semakin cepat penderita sampai ke rumah sakit—idealnya dalam beberapa jam pertama—semakin besar peluangnya untuk pulih dan terhindar dari kecacatan permanen. Menunda, meski hanya beberapa jam, dapat menghilangkan kesempatan berharga itu.
Sayangnya, masih banyak kepercayaan keliru yang justru menunda pertolongan. Salah satunya adalah menusuk ujung jari atau daun telinga dengan jarum. Tindakan ini tidak menyembuhkan stroke; yang dibutuhkan penderita adalah penanganan medis secepat mungkin. Menunda ke rumah sakit demi mencoba cara-cara seperti itu justru membahayakan nyawa.
Kabar baiknya, sebagian besar stroke dapat dicegah. Kuncinya ada pada perilaku CERDIK: Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet seimbang dengan mengurangi garam dan makanan berlemak, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Yang paling penting, kendalikan tekanan darah. Hipertensi—si “pembunuh senyap”—adalah faktor risiko stroke yang paling utama dan sering tidak menimbulkan keluhan hingga terlambat. Periksakan tekanan darah Anda secara rutin di Puskesmas terdekat.
Setiap warga Maluku Utara bisa menjadi penolong pertama bagi keluarga dan tetangganya. Kenali gejalanya, jangan menunda, dan segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan. Mari jadikan pesan ini milik bersama—dari Ternate hingga ke pelosok pesisir dan pulau-pulau kita. Sebab dalam urusan stroke, waktu adalah otak, dan setiap menit sangat berharga. (*)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar