Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

Tuntutan Pergantian Kades Wailoba Mandek, Masmina Sebut Ada Peran Armin Soamole

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026

Sanana, majangpolis.com – Polemik penonaktifan Kepala Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mencuat.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Masmina Ali, menduga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kepulauan Sula, Armin Soamole, memiliki peran di balik belum ditindaklanjutinya tuntutan masyarakat untuk menonaktifkan kepala desa.

Dugaan tersebut disampaikan Masmina kepada wartawan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas persoalan Desa Wailoba, Selasa (4/8/2026).

Masmina mengaku telah menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati Kepulauan Sula terkait tuntutan pergantian Kepala Desa Wailoba. Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Bupati mengaitkan persoalan itu dengan politik.

“Saya menyampaikan permintaan masyarakat Wailoba agar kepala desa diganti. Namun Ibu Bupati mengatakan, ‘Ini masalah politik. Kalau mau ganti Kepala Desa Wailoba, bicara sama Riki (Armin Soamole), Ketua PKB Sula.’ Saya menjawab bahwa urusan politik pilkada sudah selesai, sekarang mari melihat kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Masmina juga menilai sikap Armin Soamole telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Wailoba.

“Yang saya tahu Armin itu anak Desa Wailoba, Ketua PKB, kemudian bendahara desa adalah keponakannya. Satu kata buat Armin, jangan membuat susah masyarakat,” ujarnya.

Dalam RDP tersebut, Komisi I DPRD mengundang Kepala Desa Wailoba, bendahara desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Rapat juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula.

Namun, menurut Masmina, kepala desa, bendahara desa, dan BPD tidak menghadiri rapat tanpa memberikan alasan.

“Surat sudah kami kirim untuk RDP kepada kepala desa, bendahara, dan BPD, tetapi mereka tidak datang. Kami juga tidak tahu apa alasan ketidakhadiran mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, tuntutan masyarakat agar kepala desa dinonaktifkan didasari dugaan penggunaan dana desa yang tidak transparan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai tidak tepat sasaran, serta dugaan penyalahgunaan dana desa.

Selain itu, kata Masmina, masyarakat juga mengeluhkan kepala desa yang disebut jarang berada di Desa Wailoba.

“Informasi yang saya dapat, ada yang mengatakan kepala desa sudah bekerja di perusahaan. Selama ini kepala desa tidak pernah hadir di Desa Wailoba,” ujarnya.

Masmina menambahkan, beberapa bulan lalu dirinya bersama anggota Komisi I DPRD, Kepala Dinas PMD Rahmat Silia, dan Kabag Pemerintahan Suwandi Gani turun langsung ke Desa Wailoba untuk memediasi konflik yang menyebabkan kantor desa dan kantor BPD dipalang warga.

Menurutnya, pemalangan kantor desa telah terjadi berulang kali sejak beberapa tahun terakhir. Saat itu masyarakat bersedia membuka pemalangan dengan syarat kepala desa, bendahara desa, dan sekretaris desa diganti.

“Musyawarah desa akhirnya dilaksanakan setelah ada penyampaian bahwa akan dilakukan pergantian kepala desa, bendahara, dan sekdes. Tetapi sampai hari ini belum juga ada realisasinya,” kata Masmina.

Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa berkas penonaktifan kepala desa telah selesai disiapkan dan tinggal disampaikan kepada Bupati. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjutnya.

Sebagai warga Desa Wailoba, Masmina berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula segera mengambil langkah penyelesaian agar pelayanan pemerintahan desa kembali berjalan normal.

“Bupati adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula, bukan hanya kelompok tertentu. Saya berharap persoalan di Desa Wailoba segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Riki Soamole saat dikonfirmasi belum merespons. Upaya konfirmasi dilakukan dengan mendatangi kantor PKB Kepsul, namun Armin disebut berada di luar daerah, wartawan juga telah menghubungi melalui panggilan telepon namun nomornya tidak bisa dihubungi, pesan yang dikirim juga tidak berbalas. (bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Tetapkan Ternate, Tidore, Halmahera dan Bitung Siaga Tsunami

    BMKG Tetapkan Ternate, Tidore, Halmahera dan Bitung Siaga Tsunami

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Gempa bumi tektonik kuat mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo terkini7,6 dan berpotensi menimbulkan tsunami. Peristiwa ini terjadi pada pukul 05.48.14 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 126,27° […]

  • Kabut Karhutla Kepung Ternate, Disdik Liburkan Sekolah Tiga Hari

    Kabut Karhutla Kepung Ternate, Disdik Liburkan Sekolah Tiga Hari

    • calendar_month Sen, 12 Okt 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Dinas Pendidikan Kota Ternate meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada seluruh satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap […]

  • Negara Takut Dikritik

    Negara Takut Dikritik

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Oleh: Fadli Kayoa (Jurnalis) Situasi demokrasi Indonesia hari-hari ini memprihatinkan. Terutama pada aspek kebebasan berpendapat, berkumpul dan berserikat. Hal tersebut dilihat dari banyak kasus kriminalisasi aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), masyarakat adat, kekerasan dan teror terhadap jurnalis. Bahkan belakangan nonton film Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono pun dibubarkan. Dua tahun terakhir saat negara terlihat […]

  • Wartawan Visioner Menuju Kursi KNPI Kota Ternate

    Wartawan Visioner Menuju Kursi KNPI Kota Ternate

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Fitrah A. Kadir
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Pemuda visioner bukan sekadar menjadi simbol perubahan, melainkan motor penggerak yang mampu menerjemahkan gagasan besar menjadi solusi nyata di tengah masyarakat. Untuk itu, pemuda harus mampu membaca tantangan zaman, guna melahirkan solusi yang konkrit, terutama di Kota Ternate melalui berbagai macam wadah. Salah satunya adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate. Lewat tulisan ini, […]

  • Mahasiswi di Ternate Dua Kali Diperkosa, Terduga Pelaku Senior di Kampus

    Mahasiswi di Ternate Dua Kali Diperkosa, Terduga Pelaku Senior di Kampus

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Seorang mahasiswi berinisial AA (19) melaporkan kasus dugaan pemerkosaan yang dialaminya ke Polres Kota Ternate, Maluku Utara. Dalam laporan tertanggal 27 Maret 2026, korban mendesak aparat kepolisian segera menetapkan RB sebagai tersangka. Korban, warga Kelurahan Sasa, Kota Ternate, menyebut dugaan tindak kekerasan seksual tersebut terjadi berulang kali sejak Januari hingga Februari 2026 […]

  • Panitia Gabalil Hai Sua Terima Uang Apresiasi dari Pemda Kepulauan Sula

    Panitia Gabalil Hai Sua Terima Uang Apresiasi dari Pemda Kepulauan Sula

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pemerintah Darah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, ikut membantu panitia dalam menyukseskan kegiatan Gabalil Hai Sua (GHS) 2026 atau jalan kaki keliling Pulau Sula. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai desa itu berjalan kaki selama 4 hari dimulia pada Sabtu, 1 Mei hingga finis pada Rabu, 6 Mei. Pemerintah menaruh […]

expand_less