Breaking News
light_mode
Beranda » Hukrim » Pengurus Demokrat Sula Minta APH Lihat Konteks Publik dalam Polemik Penyebaran Percakapan Elektronik

Pengurus Demokrat Sula Minta APH Lihat Konteks Publik dalam Polemik Penyebaran Percakapan Elektronik

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Rab, 26 Agu 2026

Sanana, majangpolis com – Pengurus DPC Partai Demokrat Kepulauan Sula, Darmawan Buamona, meminta aparat penegak hukum (APH) melihat secara utuh konteks polemik penyebaran percakapan elektronik yang berkaitan dengan persoalan pemerintahan desa.

Menurut Darmawan, materi percakapan yang dipersoalkan tidak semata-mata berkaitan dengan urusan pribadi. Ia menilai, persoalan tersebut memiliki kaitan dengan aspirasi masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa serta komunikasi antara DPRD dan Inspektorat.

“Ini merupakan persoalan tata kelola pemerintahan dan aspirasi masyarakat. Karena itu, konteks kepentingan publik perlu dilihat secara utuh,” bebernya kepada media, Rabu (26/8/2026).

Ia mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bagaimana lembaga perwakilan rakyat menjalankan fungsi menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Dermawan menyebut, prinsip right to know atau hak masyarakat untuk mengetahui menjadi relevan ketika informasi yang dibicarakan berkaitan dengan kepentingan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.

Dirinya juga meminta penanganan laporan pidana terkait penyebaran informasi elektronik dilakukan dengan memperhatikan seluruh ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pihaknya menyoroti ketentuan mengenai kepentingan umum dalam perkara yang berkaitan dengan pencemaran nama baik melalui informasi elektronik.

Dalam UU ITE, penjelasan mengenai kepentingan umum mencakup perlindungan kepentingan masyarakat melalui hak berekspresi dan hak berdemokrasi, termasuk kritik. Kritik juga ditempatkan sebagai bentuk pengawasan, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Karena itu, Darmawan berharap konteks informasi yang disampaikan turut menjadi bagian dari penilaian dalam proses hukum.

“Kalau informasi yang disampaikan berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pengawasan terhadap pemerintahan, maka konteks kepentingan umum harus dilihat secara utuh,” ujarnya.

Menurut dia, aparat perlu melihat bukan hanya bentuk penyebaran informasi melalui media elektronik, tetapi juga latar belakang, tujuan, konteks, serta substansi informasi yang dipersoalkan.

Pengurus DPC Demokrat Sula itu juga menambahkan, percakapan yang menjadi polemik tersebut muncul dalam konteks kegiatan jurnalistik.

Ia menyebut wartawan sebelumnya melakukan wawancara dengan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sula, Masmina Ali Umacina, terkait persoalan pemerintahan desa.

Karena itu, menurut Darmawan, informasi yang kemudian diberitakan perlu ditempatkan dalam konteks kerja jurnalistik, khususnya dalam memperoleh dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Wartawan melakukan wawancara dengan pejabat yang berkaitan dengan persoalan kedinasan di desa. Jadi, konteksnya adalah pemberitaan dan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan Pemerintahan,”ujarnya.

Ia meminta kepolisian menguji laporan tersebut berdasarkan unsur-unsur pidana yang dipersyaratkan dalam UU ITE.

Serta penilaian terhadap suatu informasi perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya didasarkan pada fakta bahwa informasi tersebut disebarkan melalui media elektronik.

Lebih lanjut, Darmawan menyebut polemik tersebut sebagai bagian dari dinamika kontrol sosial dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Menurut dia, masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi, sementara DPRD memiliki fungsi untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai kewenangannya.

“Ini adalah dinamika kontrol sosial dalam Pemerintahan Daerah. Masyarakat berhak menyampaikan aspirasi dan berhak mengetahui bagaimana aspirasi itu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Meski demikian, Darmawan menegaskan bahwa seluruh pihak tetap perlu menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ia berharap APH dapat menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan proporsional dengan mempertimbangkan seluruh fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati proses hukum. Harapannya, seluruh aspek dapat dilihat secara objektif, termasuk kepentingan publik, kebebasan pers, dan hak masyarakat memperoleh informasi,” teragnya.

Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2024 sendiri merupakan perubahan kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan masih berstatus berlaku.(bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Halmahera Utara Hilang di Hutan Sukamaju, Sempat Ditemukan Sopi Angkot

    Warga Halmahera Utara Hilang di Hutan Sukamaju, Sempat Ditemukan Sopi Angkot

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Tobelo, majangpolis.com – Seorang warga Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, bernama Deri Derius Deis Nyonyie dilaporkan hilang di kawasan hutan. Tim Rescue Pos SAR Tobelo dikerahkan untuk melakukan pencarian. Pria 21 tahun itu dilaporkan hilang setelah keluar dari rumah pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIT. Kepala Pos […]

  • Waktu adalah Otak: Kenali Stroke Sejak Dini demi Warga Maluku Utara

    Waktu adalah Otak: Kenali Stroke Sejak Dini demi Warga Maluku Utara

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Oleh: dr. Aryandhito Widhi Nugroho, Ph.D., Sp.BS dan dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun _____ Stroke bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Mengenali gejalanya dalam hitungan menit dapat menjadi penentu antara pulih dan lumpuh. Bayangkan seorang ayah yang sedang menikmati kopi pagi tiba-tiba tidak mampu mengembangkan […]

  • Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

    Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Oleh: Adnan Machmud (Sekretaris ISNU Maluku Utara Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam tiga tahun terakhir melesat dengan kecepatan dua digit, sebuah capaian yang membuat provinsi ini kerap menjadi perbincangan nasional. Namun, di balik grafik PDRB yang menanjak, terdapat sebuah paradoks yang semakin terasa oleh Masyarakat, pertumbuhan tinggi tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan yang merata. Inilah […]

  • Dari Tamtama hingga Perwira, Kisah Inspiratif Mustakim Puasa, Polisi Tiga Zaman Asal Hiri Faudu

    Dari Tamtama hingga Perwira, Kisah Inspiratif Mustakim Puasa, Polisi Tiga Zaman Asal Hiri Faudu

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 2.050
    • 0Komentar

    Sukabumi, majangpolis.com – Di balik seragam kepolisian, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang dedikasi dan perjalanan karir yang luar biasa. Salah satunya adalah kisah Mustakim Puasa, seorang putra Ternate, Provinsi Maluku Utara asal Kelurahan Hiri Faudu. Mustakim baru saja dilantik menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda) bersama 1.156 perwira lainnya di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang […]

  • Nilai Tukar Petani Maluku Utara Turun 1,26 Persen pada Agustus 2025

    Nilai Tukar Petani Maluku Utara Turun 1,26 Persen pada Agustus 2025

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara pada Agustus 2025 tercatat sebesar 106,23. Angka ini turun 1,26 persen dibandingkan Juli 2025 yang berada di posisi 107,59. Penurunan terutama dipengaruhi oleh anjloknya subsektor hortikultura. Sebagaimana dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, NTP menjadi salah satu indikator penting untuk […]

  • Hilang Saat Mencari Gaharu, Warga Halteng Ditemukan Selamat di Hutan Dote

    Hilang Saat Mencari Gaharu, Warga Halteng Ditemukan Selamat di Hutan Dote

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Setelah dilakukan pencarian selama sehari, Salamudin Usman (48), warga Desa Dote, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, yang dilaporkan hilang saat mencari kayu gaharu di kawasan hutan Dote, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (12/6/2026). Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIT di kawasan Bomeng, berjarak kurang lebih tiga kilometer dari lokasi […]

expand_less