Pesan Bupati Kepulauan Sula di Maulid Nabi 1448 Hijriah
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Jum, 28 Agu 2026
- visibility 126

Bupati Fifian Adeningsi Mus saat memberikan sambutan dalam pembukaan Maulid Nabi, Jumat (28/8/2026)
Sanana, majangpolis.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus, menyerukan kepada masyarakat untuk meneguhkan kepedulian dan kebersamaan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di aula Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, Kamis (27/8/2026).
Hal tersebut disampaikan bupati di tengah situasi ketika berbagai daerah di Indonesia masih menghadapi bencana.
Menurutnya, di balik setiap bencana, terdapat saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, bahkan harus menghadapi keadaan yang tidak mudah.
“Di sinilah, menurut saya, nilai Maulid Nabi menjadi sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan saudara kita,” ujar Fifian.
Bupati berharap peringatan Maulid ini menjadi pengingat bahwa keimanan bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga tentang cara memperlakukan sesama manusia.
“Mari kita saling menguatkan. Kalau ada yang kesulitan, kita bantu. Kalau ada yang lemah, kita kuatkan. Kalau ada perbedaan, kita cari jalan keluarnya dengan persaudaraan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Maulid ini bukan hanya momentum untuk mengenang Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian, dan mempererat persaudaraan sesama.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di berbagai daerah di Indonesia.
“Begitu pula mendoakan keselamatan bagi seluruh masyarakat, serta senantiasa menjaga Kabupaten Kepulauan Sula dalam kedamaian, keberkahan, dan persaudaraan,” pungkasnya.
Terpisah, Ustadz M. Anwar Kuba, S.Ag., dalam tausiyahnya menyebutkan bahwa kehadiran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW membawa pesan kemanusiaan melalui akhlakul karimah.
Menurutnya, momentum ini menjadi refleksi dalam memperteguh persatuan dan kesatuan dengan meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Hal ini penting dalam menciptakan perdamaian di tengah masyarakat.
“Saya berharap kita semua terus menjaga tali silaturahim sesama. Ini bukan hanya merawat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan pesan kemanusiaan,”terangnya.(bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim





Saat ini belum ada komentar