Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Dua Periode FAM-SAH, Pembangunan Kepulauan Sula Dinilai Jalan di Tempat

Dua Periode FAM-SAH, Pembangunan Kepulauan Sula Dinilai Jalan di Tempat

  • account_circle Sahbudin Yunus
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2026

Sanana, majangpolis.com – Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) selama hampir dua dekade dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan bagi masyarakat di Pulau Sanana dan Mangoli.

Persoalan ini disebut bukan semata-mata disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya perencanaan dan terputusnya mata rantai pembangunan dari perencanaan hingga dampak yang dirasakan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Dr. Mohtar Umasugi, yang menyoroti arah pembangunan Kepulauan Sula, termasuk pada dua periode pemerintahan Bupati Fifian Adeningsi Mus dan M Saleh Marasabessy (FAM-SAH).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dibuktikan melalui dokumen perencanaan, laporan pelaksanaan program, maupun tingkat penyerapan anggaran.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada dokumen dan laporan. Ukuran yang paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar menikmati hasil pembangunan tersebut,” ujar Mohtar kepada media ini, Jum’at (28/8/2026).

Ia menambahkan, mata rantai pembangunan dinilai terputus serta pembangunan daerah idealnya berjalan dalam satu siklus yang utuh, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, output, outcome, impact, evaluasi, kemudian kembali menjadi dasar bagi perencanaan berikutnya.

Namun menurut dia, mata rantai tersebut belum berjalan secara konsisten di Kepulauan Sula. Pemerintah dapat menunjukkan berbagai output berupa pembangunan infrastruktur, pelaksanaan program, penyaluran bantuan dan kegiatan pemerintahan lainnya.

Persoalan utamanya adalah apakah seluruh output tersebut benar-benar menghasilkan outcome dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan hanya bertanya apa yang sudah dibangun. Kita harus bertanya apa yang berubah setelah pembangunan itu dilakukan,”cetusnya.

Menurutnya, indikator pembangunan seharusnya tidak berhenti pada jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi harus mampu menjawab perubahan konkret seperti penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi lokal dan perbaikan kualitas pelayanan publik.

Roadmap harus menjadi kompas pembangunan selain persoalan mata rantai pembangunan, Mohtar menyoroti keberadaan roadmap pembangunan daerah yang dinilainya belum sepenuhnya menjadi kompas pembangunan jangka panjang.

Dirinya menyebutkan roadmap harus mampu menghubungkan dokumen perencanaan mulai dari RPJPD, RPJMD, RKPD, KUA-PPAS, APBD, pelaksanaan program hingga pengukuran outcome dan impact.

“Bupati boleh berganti, tetapi arah pembangunan daerah tidak boleh kembali ke titik nol,” tegasnya.

Dorong Konsensus Politik Pembangunan 2045

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Mohtar mendorong adanya konsensus politik dan sosial mengenai arah pembangunan jangka panjang Kepulauan Sula.

Kata dia, pembangunan daerah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada visi satu pemerintahan atau satu periode politik. Diperlukan kesepakatan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, media dan masyarakat sipil.

“Setelah pilkada selesai, politik harus bergeser dari kompetisi kekuasaan menjadi politik pembangunan,” ujarnya.

Mohtar mengusulkan piagam konsensus politik dan sosial pembangunan Kepulauan Sula 2045 sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pembangunan lintas pemerintahan.

Dalam gagasan tersebut, terdapat lima sektor strategis yang dinilai dapat menjadi fondasi pembangunan daerah, yakni perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, pendidikan, serta pelabuhan transit.

Kelima sektor tersebut, menurutnya tidak boleh dikembangkan secara terpisah sebagai program sektoral, tetapi harus dibangun sebagai satu ekosistem ekonomi daerah yang saling terhubung.

“Yang harus dilihat adalah apakah kemiskinan berkurang, pengangguran menurun, pendapatan masyarakat meningkat, ekonomi lokal tumbuh, pelayanan publik membaik dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” jelasnya.

Mohtar menegaskan, tantangan utama pembangunan Kepulauan Sula ke depan adalah memastikan agar setiap pergantian pemerintahan tidak membuat daerah kembali memulai pembangunan dari titik nol.

Akan tetapi pergantian kepala daerah harus dimaknai sebagai pergantian pengelola pemerintahan, bukan pergantian arah pembangunan.

“Pembangunan membutuhkan kesinambungan. Hasil besar tidak lahir dari satu proyek atau satu tahun anggaran, tetapi dari akumulasi kebijakan yang konsisten dalam jangka panjang,” terangnya.

Ia berharap kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki arah pembangunan Kepulauan Sula.

“Setelah hampir dua dekade, Kepulauan Sula tidak boleh terus berjalan di tempat. Pembangunan harus bergerak dari dokumen menuju perubahan, dari proyek menuju hasil, dan dari pergantian kekuasaan menuju kesinambungan pembangunan,” pungkas Mohtar.(bud)

  • Penulis: Sahbudin Yunus
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Fadli Kayoa
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Suasana malam takbiran di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tampak berbeda dengan penuh khidmat. Ratusan warga turun ke jalan mengikuti pawai obor sambil mengumadankan takbir, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 pada, Jumat malam (20/3/2026). Koordinator  pawai obor, Ikram Gay mengatakan, pawai obor malam […]

  • DPRD Janji Perjuangkan Kembali Pemekaran Dua Desa di Kepulauan Sula

    DPRD Janji Perjuangkan Kembali Pemekaran Dua Desa di Kepulauan Sula

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – DPRD Kabupaten Kepulauan Sula bersama Pemda setempat berkomitmen memperjuangkan kembali pemekaran Desa Rawa Mangoli, Kecamatan Mangoli Utara dan Desa Umaga, Kecamatan Sulabesi Tengah menjadi desa definitif. Saat ini dua desa tersebut telah dipimpin oleh penjabat namun belum berstatus desa definitif. Rapat dengar pendapat Komisi I itu mengadirkan Kepala Bagian Pemerintahan dan Dinas […]

  • Pengurus Demokrat Sula Minta APH Lihat Konteks Publik dalam Polemik Penyebaran Percakapan Elektronik

    Pengurus Demokrat Sula Minta APH Lihat Konteks Publik dalam Polemik Penyebaran Percakapan Elektronik

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis com – Pengurus DPC Partai Demokrat Kepulauan Sula, Darmawan Buamona, meminta aparat penegak hukum (APH) melihat secara utuh konteks polemik penyebaran percakapan elektronik yang berkaitan dengan persoalan pemerintahan desa. Menurut Darmawan, materi percakapan yang dipersoalkan tidak semata-mata berkaitan dengan urusan pribadi. Ia menilai, persoalan tersebut memiliki kaitan dengan aspirasi masyarakat mengenai penyelenggaraan pemerintahan […]

  • Lima Program Baznas Kepulauan Sula Mulai Dijalankan

    Lima Program Baznas Kepulauan Sula Mulai Dijalankan

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kepulauan Sula, mulai menjalan lima program. “Programnya itu Sula takwa, Sula sehat, Sula makmur, Sula peduli dan Sula cerdas. Tiga programnya sudah jalan yaitu Sula cerdas, Sula peduli dan Sula makmur, “ujar Ketua Baznas Kepulauan Sula, Hi. Salim Bahnan BA, kepada media ini, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, […]

  • Prabowo Reshuffle Kabinet, Purbaya Ganti Sri Mulyani

    Prabowo Reshuffle Kabinet, Purbaya Ganti Sri Mulyani

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Jakarta, majangpolis.com –  Presiden Prabowo Subianto merombak atau me-reshuffle kabinet sejumlah jajaran kabinet Merah Putih di lima kementerian. Salah satu yang masuk daftar reshuffle ialah Sri Mulyani, Menteri Keuangan itu diganti dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). […]

  • Demokrat Pasang Target Menang di Pilkada Taliabu 2029

    Demokrat Pasang Target Menang di Pilkada Taliabu 2029

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle Hasman Sangaji
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis,com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara mulai memasang target untuk menang dalam Pilbup Kabupaten Pulau Taliabu pada 2029 mendatang. “Target kita harus menang lagi di Pilkada mendatang,”kata Ketua DPC Demokrat Taliabu, Taufik Toib Koten usai syukuran HUT Demokrat ke-25 tahun di Sekretariat Demokrat, Rabu (9/9/2025). Taufik mengatakan, syukuran […]

expand_less