Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Seorang Ibu di Taliabu Meninggal Dunia Setelah Ditelan Ular Piton

Seorang Ibu di Taliabu Meninggal Dunia Setelah Ditelan Ular Piton

  • account_circle Ikram Salim
  • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
  • visibility 417

Bobong, majangpolis.com – Seorang warga Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia setelah diterkam seekor ular piton berukuran besar saat berada di kebun miliknya.

Korban diketahui bernama Elisabet Yamalau (44), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Ratahaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat kepolisian, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) sore. Korban sekitar pukul 15.30 WIT berangkat seorang diri menuju kebun yang berjarak kurang lebih 300 meter dari rumahnya untuk memindahkan seekor sapi peliharaan.

Namun hingga menjelang waktu Magrib sekitar pukul 18.15 WIT, korban belum kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat suaminya, Benyamin Lanto (52), merasa khawatir dan memutuskan menyusul istrinya ke kebun.

Setibanya di lokasi, Benyamin dikejutkan dengan pemandangan memilukan. Ia mendapati istrinya sedang diterkam seekor ular piton berukuran besar. Sebagian tubuh korban telah berada di dalam mulut ular, sementara bagian lainnya masih berada di luar.

Melihat kejadian tersebut, Benyamin berupaya menyelamatkan istrinya dengan memotong kepala ular menggunakan alat yang tersedia di lokasi. Setelah kepala ular berhasil dipotong, ia kemudian mengeluarkan tubuh korban dari lilitan dan mulut ular.

“Saat berhasil dievakuasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,”kata Kapolres Taliabu AKBP Adnan Wahyu Koshogi saat dihubungi majangpolis.com, Rabu (10/6/2026) malam.

Sekitar pukul 21.00 WIT, lanjut Kapolres, Benyamin meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi jenazah korban. Warga yang datang kemudian membantu mengangkat jenazah dan membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Pulau Taliabu bersama Bhabinkamtibmas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pemantauan situasi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan maupun hutan, terutama saat cuaca hujan yang dapat meningkatkan potensi kemunculan satwa liar berbahaya.

“Selain itu, kami minta agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan keberadaan hewan liar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,”tandasnya.(ikh)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Patani Gelar Bakti di Masjid Nurul Hidayah

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Patani Gelar Bakti di Masjid Nurul Hidayah

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polsek Patani menggelar kegiatan bakti religi di Masjid Nurul Hidayah, Desa Bakajaya, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Patani IPDA. Mustakim Puasa bersama personel Polsek Patani dan melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk […]

  • Panitia Gabalil Hai Sua Terima Uang Apresiasi dari Pemda Kepulauan Sula

    Panitia Gabalil Hai Sua Terima Uang Apresiasi dari Pemda Kepulauan Sula

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pemerintah Darah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, ikut membantu panitia dalam menyukseskan kegiatan Gabalil Hai Sua (GHS) 2026 atau jalan kaki keliling Pulau Sula. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai desa itu berjalan kaki selama 4 hari dimulia pada Sabtu, 1 Mei hingga finis pada Rabu, 6 Mei. Pemerintah menaruh […]

  • Mahasiswi di Ternate Dua Kali Diperkosa, Terduga Pelaku Senior di Kampus

    Mahasiswi di Ternate Dua Kali Diperkosa, Terduga Pelaku Senior di Kampus

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Seorang mahasiswi berinisial AA (19) melaporkan kasus dugaan pemerkosaan yang dialaminya ke Polres Kota Ternate, Maluku Utara. Dalam laporan tertanggal 27 Maret 2026, korban mendesak aparat kepolisian segera menetapkan RB sebagai tersangka. Korban, warga Kelurahan Sasa, Kota Ternate, menyebut dugaan tindak kekerasan seksual tersebut terjadi berulang kali sejak Januari hingga Februari 2026 […]

  • Polres Pulau Taliabu Gelar Pengobatan Gratis

    Polres Pulau Taliabu Gelar Pengobatan Gratis

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Hasman Sangaji
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis.com – Polres Pulau Taliabu menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa pengobatan gratis dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” tersebut berlangsung di halaman Mapolres Pulau Taliabu, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi, Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desi Adnan, […]

  • Mirisnya Kewenangan Daerah

    Mirisnya Kewenangan Daerah

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Sukarno M. Adam (Direktur Buku Suba Institute) Mengapa daerah dibuat tidak berdaya, tapi “dipaksakan” untuk mandiri dan produktif?Pertanyaan tersebut muncul dengan logika sederhana yang mencoba menyelisik relasi kuasapusat daerah. Diskursus pusat dan daerah bukanlah barang baru yang mahal diperbincangkan, dan juga bukanlah barang bekas yang dianggap tidak berharga dan bermakna. Pusat dan daerah tidak perludidikotomisasi, […]

  • Srikandi Kie Raha dan LBH Marimoi Dorong Perda Kota Ramah HAM

    Srikandi Kie Raha dan LBH Marimoi Dorong Perda Kota Ramah HAM

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fadli Kayoa
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Srikandi Kie Raha bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marimoi mendorong Pemerintah Kota Ternate membuat peraturan daerah (perda) tentang kota ramah Hak Asasi Manusia (HAM). Upaya menjadikan Ternate kota inklusi dan ramah HAM ini dibahas dalam workshop bertema “Mari Torang Wujudkan Ternate sebagai Kota yang Inklusi dan Ramah Hak Asasi Manusia (HAM)” yang […]

expand_less