Kapal Rp11 Miliar Tak Terurus, Direktur LBH Bela Yai Minta KPK Periksa Bupati dan Eks Kadishub Sula
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Rab, 22 Jul 2026
- visibility 263

Kondisi terkini KMP Sula Bahagia.
Sanana, majangpolis.com – Kondisi Kapal Motor Penumpang (KMP) Sula Bahagia yang disebut mengalami kerusakan dan tidak terurus menuai sorotan dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bela Yai Maluku Utara, Rasman Buamona.
Rasman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut penggunaan anggaran terkait pengadaan kapal tersebut, termasuk memeriksa pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas pengelolaannya.
Ia juga meminta KPK memeriksa Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, mantan Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Sula, Chairullah Mahdi, serta pihak terkait lainnya.
“Kapal ini belum lama dilakukan pengadaan dengan anggaran yang cukup besar, tetapi kondisinya sekarang sudah mengalami kerusakan parah,” kata Rasman.
Menurut dia, kondisi KMP Sula Bahagia perlu mendapat perhatian serius karena merupakan aset pemerintah yang harusnya dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan transportasi laut bagi masyarakat Kepulauan Sula.
“Nama kapalnya Kapal Motor Penumpang, tetapi masyarakat harus mendapat kepastian terkait sejauh mana kapal ini beroperasi dan bagaimana pengelolaannya,” ujarnya.
Rasman menegaskan, pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan dalam proses pengadaan maupun pengelolaan aset tersebut.
“Saya mendesak KPK untuk memeriksa Bupati Fifian Adeningsi Mus dan mantan Kadishub Chairullah Mahdi. Selain itu, pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan juga perlu dimintai keterangan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi, KMP Sula Bahagia bukan dibeli langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula menggunakan APBD sekitar Rp11 miliar. Kapal tersebut merupakan hibah atau bantuan pengadaan dari Kementerian Perhubungan kepada Pemda Kepsul.
Kapal tersebut diserahterimakan kepada Pemkab Kepulauan Sula pada 29 Desember 2023 dan kemudian diresmikan pada Januari 2024. KMP Sula Bahagia juga sempat menjalani uji coba dan melayani rute pelayaran Sanana–Pulau Mangoli pada awal 2024.
Anehnya, Pemda Kepsul juga melakukan pengadaan KMP Sula Bahagia pada tahun 2023 melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sula dengan nama paket tender “Pengadaan Bus Air Roro” dengan kode lelang 3643715.

Tangkapan layar LPSE Pemda Kepsul.
Proyek pengadaan ini memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 10.476.500.000,00 dan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp 10.467.755.100,00.
“Karena itu pemda harus memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai status, kondisi, serta pemanfaatan kapal ini,”tandasnya.
Di sisi lain, beberapa bagian kapal juga sudah mulai rusak (bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar