Remaja Meninggal Terjebak dalam Kebakaran Rumah di Kalumata, Ternate
- account_circle Iwan Imam
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17

Korban remaja yang terjebak kebakaran saat dievakuasi oleh petugas, Senin (20/4/2026)
Ternate, majangpolis.com – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah milik Radiatun Drakel (70) di lingkungan RT 16/RW 06, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Peristiwa ini menelan satu korban jiwa.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial AS alias Azam (15). Remaja tersebut diduga meninggal setelah terjebak di dalam kamar yang terkunci saat kebakaran terjadi.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasat Reskrim AKP Bakry Syahruddin menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal di lokasi kejadian, kebakaran bermula saat korban hendak diantar ke sekolah oleh pemilik rumah, Radiatun.
“Saat itu Ibu Radiatun bersiap mengantar korban ke SMP Negeri 7 Kota Ternate. Namun korban masih berada di dalam kamar, sementara Ibu Radiatun berada di bagian belakang rumah,” ujar AKP Bakry.
Beberapa saat kemudian, Radiatun mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar korban. Ia pun bergegas untuk memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut terhambat karena pintu kamar dalam kondisi terkunci dan tidak dapat dibuka.
“Karena panik dan asap semakin tebal keluar dari kamar, Ibu Radiatun akhirnya keluar rumah untuk meminta bantuan warga sekitar,” katanya.
Warga yang datang berusaha menolong korban, namun upaya penyelamatan terkendala oleh kondisi kamar yang tertutup rapat serta adanya teralis besi di jendela, sehingga korban tidak dapat dievakuasi.
“Api cepat membesar disertai asap tebal. Selain itu, jendela kamar menggunakan teralis besi, sehingga korban terkurung di dalam. Korban akhirnya tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di dalam kamar korban, yang diduga berasal dari aktivitas pengisian daya telepon genggam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam suasana duka. (one)
- Penulis: Iwan Imam
- Editor: Ikram Salim

Saat ini belum ada komentar