Peserta GHS Wajib Paham Medis Dasar sebelum Jalan Kaki 130 KM
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Ming, 19 Apr 2026
- visibility 142

Pembekalan medis dasar oleh dr. Ivan Sangaji kepada peserta GHS.
Sanana, majangpolis.com – Panitia kegiatan Gabalil Hai Sua (keliling tanah Sula) memberikan pembekalan dan praktek kesehatan dasar kepada 30 peserta sebelum memulai perjalanan sejauh kurang lebih 135 kilometer.
Hal ini adalah langkah awal dalam memberikan pemahaman tentang pertolongan pertama, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan selama perjalanan berlangsung.
Dokter Ivan Sangaji, yang juga sebagai dokter pendamping pada kegiatan tersebut menjelaskan, saat ini kasus henti jantung tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dialami oleh kalangan usia muda.
“Banyak kejadian henti jantung dan henti napas pada usia muda. Oleh karena itu, pengetahuan bantuan hidup dasar sangat penting sebagai langkah awal pertolongan,” ujar Ivan, Minggu (19/04/2026).
Ia menambahkan, ketika seseorang mengalami henti jantung, aliran darah ke otak akan terhenti. Dalam hitungan menit tanpa oksigen, kondisi tersebut dapat berujung pada kematian.
“Jika tidak ada suplai oksigen ke otak walau hanya beberapa menit, risikonya sangat fatal. Karena itu tindakan cepat seperti pompa jantung sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Menurutnya, teknik bantuan dasar seperti resusitasi jantung paru (RJP) sebenarnya cukup sederhana, namun masih jarang dilakukan oleh masyarakat.
“Banyak orang masih ragu atau tidak berani bertindak saat melihat korban pingsan. Padahal yang paling dibutuhkan adalah tindakan cepat, bukan sekadar memijat atau menggosok tubuh korban,” tambahnya.
Melalui pembekalan ini, panitia berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk melakukan tindakan awal saat menghadapi situasi darurat.
“Kami tidak menuntut peserta langsung mahir, tapi minimal berani mengenali situasi dan melakukan langkah awal pertolongan,” tutupnya.(bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim

Saat ini belum ada komentar