Inovasi Ovitrap dari Poltekkes Ternate, Solusi Ramah Lingkungan Tekan Kasus DBD
- account_circle Ikram Salim
- calendar_month Sen, 25 Mei 2026
- visibility 55

Siswa SMPN 2 Ternate mendapat pengetahuan pencegahan malaria oleh Dr. Sumiati Tomia.
Ternate, majangpolis.com – Upaya menekan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk terus dilakukan melalui inovasi ramah lingkungan.
Salah satunya diperkenalkan oleh Dr. Sumiati Tomia, SKM, M.Kes bersama tim Program Studi D-III Sanitasi Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate melalui teknologi sederhana bernama Ovitrap.
Ovitrap merupakan alat perangkap nyamuk berbasis mekanis yang dirancang untuk memutus siklus hidup nyamuk, khususnya jenis Aedes aegypti, tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Dr. Sumiati menjelaskan, ovitrap bekerja dengan memanfaatkan naluri alami nyamuk betina yang cenderung mencari tempat gelap dan air tergenang untuk bertelur.
“Dengan memanipulasi kebiasaan tersebut, ovitrap mampu menekan jumlah jentik yang berkembang menjadi nyamuk dewasa, sehingga populasi nyamuk dapat dikendalikan,” ujar Sumiati dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) pendampingan siswa SMPN 2 Kota Ternate dalam membuat ovitrap sebagai alat pengendali nyamuk, Rabu (20/5/2026).
Selain berfungsi sebagai alat pengendalian, ovitrap juga memiliki manfaat lain, yakni membantu menurunkan risiko penularan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Zika, dan Chikungunya, serta menjadi sarana pemantauan kepadatan populasi nyamuk di suatu wilayah.
Menariknya, alat ini dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat dengan bahan sederhana. Cukup menggunakan gelas plastik bekas berukuran 300 ml yang dicat hitam di bagian luar, kemudian dilengkapi kertas saring di bagian dalam dan diisi air hingga tiga perempat volume gelas.
Perangkap tersebut selanjutnya diletakkan di tempat yang gelap dan lembap, seperti sudut ruangan yang sering menjadi tempat berkumpulnya nyamuk.
“Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemberantasan sarang nyamuk yang murah, mudah, dan aman bagi lingkungan,” tambahnya.
Sementara puluhan siswa SMPN 2 Ternate juga mempraktikkan langsung cara pembuatan ovitrap usai mengikuti materi singkat. Dengan penerapan ovitrap secara luas, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta menekan angka penyakit tular vektor, khususnya di wilayah Ternate dan sekitarnya.
Tim pengabdian masyarakat ini terdiri dari Dr. Sumiati, Citra Dewi M. Pandawa, Aema Mahmud, Idgam Sangadji, Wahidin M. Kausaha. (ikh)
- Penulis: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar