Ketua HMI Cabang Sanana Komitmen Kembalikan Marwah Organisasi
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Rab, 8 Jul 2026
- visibility 102

Ketua HMI Cabang Sanana Taufik Buabes yang baru.
Sanana, majangpolis.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana, Taufik Buabes, menegaskan komitmennya mengembalikan marwah HMI sebagai organisasi intelektual yang konsisten mengawal kepentingan rakyat serta menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Komitmen tersebut disampaikan Taufik usai pelantikan kepengurusan HMI Cabang Sanana, Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan, dalam waktu dekat HMI Cabang Sanana akan menggelar agenda roadshow dan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, Kepolisian, Kejaksaan, serta sejumlah lembaga strategis lainnya.
Menurutnya, agenda tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang dialog untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan rekomendasi dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah.
“HMI tidak akan menjadi penonton. Kami hadir untuk mengawal kebijakan publik, mengkritisi setiap penyimpangan, dan memastikan kepentingan rakyat tidak dikorbankan oleh segelintir orang yang menyalahgunakan kekuasaan,” tegas Taufik.
Ia menilai Kepulauan Sula membutuhkan keberanian untuk keluar dari berbagai persoalan yang selama ini menghambat kemajuan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal apabila praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta tata kelola pemerintahan yang lemah masih dibiarkan.
Taufik menegaskan, HMI akan menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah, namun tetap independen dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Organisasi tersebut, kata dia, akan mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, sekaligus memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang berdasarkan data dan fakta.
Selain itu, HMI juga berkomitmen mendorong aparat penegak hukum untuk menangani setiap dugaan tindak pidana korupsi secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
“Tidak boleh ada siapa pun yang kebal hukum. Setiap dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara dan menghambat pembangunan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat melalui pembangunan yang nyata, bukan hilang karena praktik korupsi,” ujarnya.
Menurut Taufik, korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap masa depan daerah. Anggaran yang semestinya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan kehilangan manfaat apabila diselewengkan.
Karena itu, HMI Cabang Sanana menyatakan siap menjadi bagian dari gerakan moral untuk memperkuat pengawasan publik, mendorong transparansi tata kelola pemerintahan, serta menumbuhkan budaya antikorupsi di tengah masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi awal dari sebuah perjuangan. HMI akan terus berdiri bersama rakyat, menjaga idealisme, mengawal jalannya pemerintahan, dan mengingatkan setiap pemegang kekuasaan agar tidak menyimpang dari amanah konstitusi,” katanya.
Ia menambahkan, selama masih terdapat ketidakadilan, penyalahgunaan kewenangan, maupun dugaan korupsi yang merugikan masyarakat, HMI akan terus menyuarakan kritik melalui cara-cara yang konstitusional, objektif, dan bermartabat. (bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar