BMKG Tetapkan Ternate, Tidore, Halmahera dan Bitung Siaga Tsunami
- account_circle Ikram Salim
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 304

Gereja Klavari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate rusak berat usai gempa magnitudo 7,6 Kamis (2/4/2026)
Ternate, majangpolis.com — Gempa bumi tektonik kuat mengguncang wilayah barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo terkini7,6 dan berpotensi menimbulkan tsunami.
Peristiwa ini terjadi pada pukul 05.48.14 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 126,27° Bujur Timur, atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault, yang berpotensi memicu gelombang tsunami.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Ternate, intensitas mencapai V–VI MMI, di mana getaran dirasakan hampir seluruh warga hingga menyebabkan kepanikan dan sebagian kerusakan ringan. Sementara di Manado intensitas mencapai IV–V MMI, dan di wilayah Gorontalo serta sekitarnya berada pada kisaran II–III MMI.
BMKG menetapkan status SIAGA tsunami untuk wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa. Adapun status WASPADA diberlakukan di wilayah Kepulauan Sangihe dan sebagian Bolaang Mongondow.
Hasil pemantauan alat pengukur pasang surut (tide gauge) menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik. Di Halmahera Barat tercatat setinggi 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB, di Bitung 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB, di Sidangoli 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB, di Minahasa Utara 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB, serta di Belang 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.
Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG juga mencatat setidaknya 11 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang berstatus siaga dan waspada untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web dan media sosial terverifikasi.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan pentingnya masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah situasi darurat ini. “Kami harap masyarakat tidak panik,”tandas Rahmat melalui rilis yang diterima majangpolis.com, Kamis (2/4/2026). (ikh)
- Penulis: Ikram Salim
- Editor: Ikram
- Sumber: BMKG

Saat ini belum ada komentar