Pedagang Daun Pandan Ternate Blokade Akses Pasar, Modal Habis Pembeli Sepi
- account_circle Ikram
- calendar_month Jum, 24 Apr 2026
- visibility 66

Aksi pedagang daun pandan memblokade akses utama menuju pasar di Gamalama Ternate, Jumat (24/4/2026). (Foto: Tosan/majangpolis.com)
Ternate, majangpolis.com – Penjualan daun pandan yang biasanya ramai mulai sepi pembeli dan omzet anjlok.
Kondisi ini terjadi sejak pedagang yang berasal dari Kelurahan Gambesi ini dipindahkan dari trotoar depan Pasar Gamalama ke dekat Pasar Sabi-Sabi sejak beberapa hari lalu. Kondisi ini berujung protes pada, Jumat (24/4/2026).
Mereka memblokade akses dua jalur utama di Pasar Gamalama dengan kayu dan peti serta membuang daun pandan mereka di jalan. Sejumlah mahasiswa juga ikut dalam aksi tersebut yang berlangsung sejak sore hingga magrib.
Perwakilan pedagang, Rusni Rongayang mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk protes dan penolakan atas kebijakan relokasi pedagang ke Kampung Makassar Timur.
“Torang bajual dari pagi sampe malam tarada yang beli (Kami berjualan dari pagi sampai malam tidak ada yang belanja,”kata Rusni.
Sejumlah pedagang lainnya juga memprotes kebijakan pemerintah, mereka meminta tempat yang mudah dijangkau oleh pembeli. Pasalnya, sejak dipindahkan omzet turun drastis.
Jika sebelumnya mereka meraup untuk dan dapat memutar modal, kini kondisi itu berbalik. Di sisi lain, pedagang masih tetap dibebankan retribusi yang ditagih pemerintah.
”Jadi kami minta agar pemerintah juga dengar Torang p keluhan (keluhan kami),”tambah sejumlah pedagang lainnya. (ikh)
- Penulis: Ikram
- Editor: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar