Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » “Amin dalam Amin”: Kolaborasi Seni-Jurnalisme di Isu Transisi Energi Berkeadilan

“Amin dalam Amin”: Kolaborasi Seni-Jurnalisme di Isu Transisi Energi Berkeadilan

  • account_circle Ikram Salim
  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • visibility 250

‎Makassar, majangpolis.com – Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) berkolaborasi dengan Antologi Manusia, kelompok budaya berbasis riset dan kesenian di Makassar, serta Fermentasi Radiasi, proyek kolaborasi seni dan jurnalisme, menghadirkan pertunjukan teater berjudul “Amin dalam Amin.”

‎Pertunjukan ini digelar pada Minggu, 14 September 2025, di halaman Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam), Makassar, sebagai bagian dari rangkaian Festival Media yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Festival tahunan ini mempertemukan ratusan jurnalis, akademisi, seniman, dan masyarakat sipil untuk mendiskusikan tantangan serta inovasi dalam dunia media.

‎“Amin dalam Amin” merupakan adaptasi seni pertunjukan dari karya jurnalistik. Meski praktik serupa pernah dilakukan di tempat lain, bagi PPMN inilah proyek perdana di mana liputan mendalam yang telah terbit dikemas ulang dalam bentuk teater, lalu dipentaskan untuk publik. Dengan cara ini, isu-isu berat yang biasanya tersaji dalam teks berita bisa dihadirkan secara emosional dan mudah diakses oleh penonton dari berbagai kalangan.

‎Tiga laporan jurnalistik menjadi materi utama pementasan ini, masing-masing mengangkat persoalan transisi energi di Indonesia:

‎1. Konflik pembangunan Geothermal di Padarincang, Banten (Project Multatuli)
‎‎‎2. Proyek pembangunan PLTS Cirata di Jawa Barat dan persoalan ketenagakerjaan (Kompas.id)
‎‎‎3. Dampak operasional PLTU Tabalong di Kalimantan Selatan (Mongabay)
‎‎

‎Ketiga liputan ini lahir dari fellowship program Transisi Energi Berkeadilan yang digarap PPMN dengan dukungan Climate Works Foundation. Program fellowship ini bertujuan memperkaya pemberitaan seputar energi terbarukan, pembangunan berkelanjutan, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat lokal—isu yang kerap luput dari perhatian publik maupun pengambil kebijakan.

‎“Program ini adalah upaya untuk mendekatkan laporan jurnalistik mengenai transisi energi berkeadilan kepada publik. Masalah yang dialami masyarakat nyata, dan melalui teater ini publik diajak untuk ‘mengalami’-nya secara langsung,” ujar Fransisca Ria Susanti, Direktur Eksekutif PPMN. “Harapannya, pengalaman ini tidak hanya menumbuhkan empati, tetapi juga mendorong keterlibatan publik dalam merespons isu-isu tersebut.”

‎Sementara itu, Rachmat Mustamin, penulis sekaligus sutradara “Amin dalam Amin,” menjelaskan bahwa pementasan dikemas dalam nuansa pengajian, terinspirasi dari artikel “Perempuan Padarincang Melawan Proyek Geothermal Banten” di Project Multatuli. “Pertunjukan ini tentang doa. Seperti doa, ada harapan, ada pertanyaan, dan ada pencarian jawaban,” ungkapnya.

‎Kolaborasi lintas disiplin ini menegaskan bahwa jurnalisme tidak hanya bisa dibaca, tetapi juga dapat dirasakan. Melalui panggung, penonton diajak memahami bagaimana proyek energi—yang sering disebut sebagai solusi hijau—ternyata bisa memunculkan persoalan baru: mulai dari konflik lahan, hilangnya mata pencaharian, hingga dampak kesehatan dan sosial bagi masyarakat.

‎Meski hanya dipentaskan sekali, publik masih dapat menyaksikan rekaman pertunjukan melalui kanal YouTube Fermentasi Radiasi.

“begitu, gagasan dan pesan yang diusung tetap bisa menjangkau lebih banyak orang di luar lokasi pertunjukan,”kata Manager Komunikasi Vicharius DJ melalui rilis yang diterima majangpolis.com, Selasa (15/9/2025).

‎“Amin dalam Amin” menjadi contoh bagaimana jurnalisme dapat berpadu dengan seni pertunjukan, menghadirkan medium baru yang kuat untuk menyampaikan narasi mengenai ketidakadilan dalam pembangunan.

“Bagi PPMN, karya ini adalah langkah awal untuk terus mengeksplorasi cara-cara kreatif dalam mendiseminasikan hasil liputan jurnalistik, sehingga publik tidak hanya membaca berita, tetapi juga merasakannya sebagai bagian dari pengalaman bersama,”tandas Vico-panggilan akrab Vicharius. (ikh)


‎—

‎Kontak personal:
Vicharius DJ
‎Manager Komunikasi PPMN
vicharius@ppmn.or.id

  • Penulis: Ikram Salim
  • Editor: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BK DPRD Malut Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Aksandri Kitong

    BK DPRD Malut Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Aksandri Kitong

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Sunarto Hi. Hasan
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sofifi, majangpolis.com — Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik dan sumpah jabatan yang menyeret anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Aksandri Kitong. Wakil Ketua BK DPRD Maluku Utara, Iksan Subur, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) perdana pada, Selasa (7/4/2026) di kantor perwakilan Pemerintah Provinsi […]

  • 10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto dari Efek Dramatis hingga Ubah Warna

    10 Prompt ChatGPT untuk Edit Foto dari Efek Dramatis hingga Ubah Warna

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Kecerdasan buatan kini semakin mempermudah siapa saja dalam mengedit foto. ChatGPT, yang sudah terintegrasi dengan teknologi pengolah gambar, memungkinkan pengguna mengubah, memperbaiki, hingga memberi efek dramatis hanya dengan mengetikkan perintah atau prompt. Bahkan semua orang dapat mengedit foto dengan mudah melalui platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan GeminiAI. Bagian terbaiknya adalah, […]

  • Penyebab Dua Pejabat Pemkot Ternate Undur Diri

    Penyebab Dua Pejabat Pemkot Ternate Undur Diri

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Dua pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara mengundurkan diri dari jabatannya. Keduanya adalah Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Jusuf Sunya serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Muhammad Syafei. “Pak Jusuf Sunya sudah mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai staf ahli, karena yang bersangkutan mau mutasi ke luar daerah, […]

  • Dari Tamtama hingga Perwira, Kisah Inspiratif Mustakim Puasa, Polisi Tiga Zaman Asal Hiri Faudu

    Dari Tamtama hingga Perwira, Kisah Inspiratif Mustakim Puasa, Polisi Tiga Zaman Asal Hiri Faudu

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sukabumi, majangpolis.com – Di balik seragam kepolisian, tersimpan kisah-kisah inspiratif tentang dedikasi dan perjalanan karir yang luar biasa. Salah satunya adalah kisah Mustakim Puasa, seorang putra Ternate, Provinsi Maluku Utara asal Kelurahan Hiri Faudu. Mustakim baru saja dilantik menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda) bersama 1.156 perwira lainnya di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang […]

  • Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Fadli Kayoa
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Suasana malam takbiran di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tampak berbeda dengan penuh khidmat. Ratusan warga turun ke jalan mengikuti pawai obor sambil mengumadankan takbir, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 pada, Jumat malam (20/3/2026). Koordinator  pawai obor, Ikram Gay mengatakan, pawai obor malam […]

  • Mirisnya Kewenangan Daerah

    Mirisnya Kewenangan Daerah

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sukarno M. Adam (Direktur Buku Suba Institute) Mengapa daerah dibuat tidak berdaya, tapi “dipaksakan” untuk mandiri dan produktif?Pertanyaan tersebut muncul dengan logika sederhana yang mencoba menyelisik relasi kuasapusat daerah. Diskursus pusat dan daerah bukanlah barang baru yang mahal diperbincangkan, dan juga bukanlah barang bekas yang dianggap tidak berharga dan bermakna. Pusat dan daerah tidak perludidikotomisasi, […]

expand_less