Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Susu Kental Manis Bukan Pengganti ASI, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Gizi Anak

Susu Kental Manis Bukan Pengganti ASI, Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Gizi Anak

  • account_circle Ikram Salim
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026

Ternate, majangpolis.com – Penggunaan susu kental manis sebagai pengganti susu maupun sumber asupan gizi bagi anak masih menjadi perhatian. Dokter mengingatkan masyarakat tidak keliru memahami susu kental manis sebagai susu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan edukasi gizi yang oleh Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terkait percepatan penurunan stunting di Maluku Utara di Jati Hotel, Kota Ternate, Rabu (19/8/2026).

Masalah pola konsumsi anak, pemberian makanan bergizi seimbang, serta bahaya kesalahan persepsi terhadap susu kental manis menjadi salah satu isu serius dalam kegiatan yang mempertemukan seluruh kader Muslimat NU Malut itu.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber yakni, Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira, Wakil Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira,, dan Kepala Seksi

Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Malut, Dr. Aspar Abdul Ganis, SKM.
Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira, menjelaskan susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga tidak tepat diberikan kepada bayi maupun dijadikan pengganti ASI.

“Kesalahan konsumsi susu kental manis sebagai pengganti susu atau dikonsumsi secara rutin dapat berkontribusi terhadap tidak optimalnya pemenuhan gizi anak,” jelas Satria.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pola konsumsi, tetapi juga menyangkut rendahnya literasi gizi keluarga. Dia mengaku masih ditemukan anggapan di masyarakat bahwa susu kental manis merupakan susu bergizi yang dapat diberikan kepada anak.

Padahal, kata Satria, susu kental manis lebih tepat digunakan sebagai bahan tambahan atau pemanis dalam makanan dan minuman, bukan sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Ia menilai, salah persepsi tersebut turut dipengaruhi oleh iklan, harga yang relatif murah, mudah diperoleh, serta kebiasaan yang berkembang di lingkungan keluarga.

Sekretaris Jenderal Yayasan Insan Cendekia Indonesia, Satria Yudistira saat mempresentasi materi.

“Orang tua mungkin tidak berani memberikan minuman berwarna kepada anak karena mengetahui kandungan gulanya. Tetapi susu kental manis yang berwarna putih masih sering dianggap sebagai susu. Padahal kandungan gulanya tinggi,” ujarnya.
ASI Eksklusif hingga Enam Bulan

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Malut, Dr. Aspar Abdul Ganis, SKM, juga mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi sejak lahir hingga usia enam bulan, kecuali terdapat kondisi medis tertentu yang membuat pemberian ASI tidak memungkinkan.

Setelah usia enam bulan, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan memperhatikan tekstur, jumlah, kualitas, serta keberagaman makanan. Pemberian ASI juga tetap dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun.

“ASI merupakan makanan biologis yang paling sesuai bagi bayi dan mengandung berbagai zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perlindungan tubuh,” jelas Aspar.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan periode seribu hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Menurutnya, periode tersebut merupakan masa kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak dan kemampuan kognitif.

“Kalau periode 1.000 hari pertama kehidupan ini terlewatkan, risikonya dapat berdampak pada masalah gizi, baik gizi kurang, gizi buruk maupun stunting,” katanya.

Maluku Utara Masih Hadapi Persoalan Stunting

Aspar juga menyinggung kondisi stunting di Maluku Utara. Berdasarkan data SGSI pada 2024, prevalensi stunting Maluku Utara berada di angka 23,2 persen, turun dari sekitar 23,7 persen pada 2023.

Angka tersebut, menurutnya, masih berada di atas angka nasional yang disebut berada di kisaran 19,8 persen.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui peningkatan literasi gizi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki bayi dan balita.
“Stunting harus dicegah sejak awal. Karena itu, pemenuhan gizi pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Anak Perlu Makanan Beragam dan Seimbang

Selain persoalan susu kental manis, Aspar juga menyoroti pola makan anak yang masih kurang beragam. Dalam sejumlah pengamatan di lapangan, masih ditemukan balita yang jarang mengonsumsi sumber protein seperti ikan, telur maupun daging.
Bahkan, terdapat anak yang menolak makanan tertentu sehingga orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya.

Karena itu, orang tua diminta tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan beragam dan seimbang.

“Tidak ada satu jenis makanan yang memiliki semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, makanan harus beragam, ada sumber karbohidrat, protein, sayur dan buah,” jelas Aspar.

Ia juga mengingatkan orang tua agar membatasi makanan dan minuman tinggi gula yang dikonsumsi anak, termasuk jajanan, kue, minuman manis dan susu dengan kandungan gula tinggi.
Konsumsi gula berlebihan, selain berpotensi mengganggu pola makan anak, juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan gigi.

Edukasi Dinilai Jadi Kunci
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut Aspar, pihaknya mendorong penguatan edukasi gizi melalui tenaga kesehatan, keluarga dan komunitas masyarakat.
Menurutnya, edukasi tidak cukup hanya dilakukan dalam kegiatan formal, tetapi harus diteruskan oleh orang tua kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.

“Kita perlu meluruskan persepsi dan meningkatkan literasi gizi keluarga. Setelah mendapatkan informasi, harapannya masyarakat bisa menerapkan praktik pemberian makanan bergizi seimbang di rumah,” tandasnya.

Ia berharap kegiatan edukasi tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi pangan dan iklan produk, sekaligus lebih memahami kebutuhan gizi bayi dan balita. (ikh)

  • Penulis: Ikram Salim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK Temukan Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar di 10 OPD Kepulauan Sula

    BPK Temukan Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar di 10 OPD Kepulauan Sula

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara menemukan kelebihan pembayaran belanja perjalanan dinas pada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula pada Tahun Anggaran 2024. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, total kelebihan pembayaran perjalanan dinas yang harus disetorkan kembali ke kas daerah mencapai Rp1.629.114.730,80. Dalam laporan tersebut, BPK […]

  • Ini Kandidat yang Berpotensi Jadi Sekda Definitif Pulau Taliabu

    Ini Kandidat yang Berpotensi Jadi Sekda Definitif Pulau Taliabu

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle Hasman Sangaji
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Bobong, majangpolis.com – Proses penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Pulau Taliabu disebut telah memasuki tahap akhir. Dari tiga nama yang sebelumnya diusulkan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), kini tersisa satu nama yang telah diteruskan ke Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga kandidat yang mengikuti proses seleksi tersebut […]

  • Anggota DPRD Lapor Rekan Dewannya ke BPK Soal Perjalanan Dinas Fiktif

    Anggota DPRD Lapor Rekan Dewannya ke BPK Soal Perjalanan Dinas Fiktif

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com — Suasana rapat paripurna DPRD Kota Ternate memanas setelah terjadi insiden pengusiran terhadap salah satu anggota dewan dalam agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Keputusan DPRD atas LKPJ Wali Kota Tahun 2025, Rabu (22/4/2026). Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi. Ibrahim, mengaku diusir dari ruang sidang oleh Nurlaela […]

  • China Larang Perusahaan Teknologi Beli Chip Nvidia

    China Larang Perusahaan Teknologi Beli Chip Nvidia

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Beijing, Majangpolis – Pemerintah China melarang perusahaan-perusahaan teknologi besar di negaranya untuk membeli chip buatan Nvidia, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Beijing untuk mempercepat pengembangan chip lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing. Menurut laporan Financial Times, larangan ini disampaikan oleh Cyberspace Administration of China (CAC) kepada sejumlah perusahaan […]

  • Puskesmas Kabau, Kepulauan Sula Resmi Beroperasi

    Puskesmas Kabau, Kepulauan Sula Resmi Beroperasi

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, meresmikan gedung baru UPT Puskesmas Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat. Mewakili Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, Asisten III Bidang Administrasi dan Keuangan, H. Zaidun, meresmikan gedung tersebut yang ditandai dengan pengguntingan pita pada, Rabu (26/8/2026). Hi. Zaidun menegaskan, pembangunan gedung baru bukan sekadar penambahan fasilitas kesehatan, […]

  • Belasan Pasangan Nikah Massal di Kepulauan Sula Dapat Akta Nikah dan KK Baru

    Belasan Pasangan Nikah Massal di Kepulauan Sula Dapat Akta Nikah dan KK Baru

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Sula menggelar sosialisasi administrasi kependudukan yang dirangkaikan dengan kegiatan perkawinan massal di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Minggu (3/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Disdukcapil menerbitkan akta perkawinan bagi 16 pasangan suami istri beragama Kristen yang dilangsungkan di Gereja GPM Falabisahaya. Sosialisasi ini bertujuan memberikan kepastian […]

expand_less