Dexlite Mahal, Sopir Truk Pelabuhan Sanana Naikan Ongkos Angkutan
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Kam, 23 Apr 2026
- visibility 256

Safrin Gailea. (Foto: Budi/majangpolis.com)
Sanana, majangpolis.com – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Dexlite secara nasional, kini di Kabupaten Kepulauan Sula mulai mendapatkan getahnya.
Informasi yang dikantongi media ini, kenaikan harga dexlite untuk wilayah Maluku Utara sebesar Rp. 24.150 perliter dari harga sebelumnya Rp. 14.500.
Sehingga itu, sopir angkutan pelabuhan yang rata-rata menggunakan BBM jenis Dexlite berencana menaikan ongkos angkutan sebesar Rp. 230.000 dari harga sebelumnya Rp. 200.000.
Untuk mengatasi itu, Komisi I dan II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula melakukan rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi, yang dihadiri Kadis Perindagkop, Jena Tidore, keterwakilan Kadishub, sejumlah sopir angkutan pelabuhan, pihak pengusaha dan pemilik SPBU Sanana, SPBU Waiboga serta SPBU Pohea.
Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat I kantor DPRD Kepulauan Sula, Kamis (23/4/2026).
Ketua komisi I, Safrin Gailea, kepada awak media setelah usai RDP, mengatakan hari ini komisi I dan II, melakukan RDP berkaitan dengan rencana pemilik truk yang beroperasi di pelabuhan menaikan harga angkutan karena dampak dari pada kenaikan BBM bersubsidi.
“Komisi I dan II melakukan rapat dengan Perindagkop, Dishub, penguasa (Pedagang) dan pemilik kendaraan yang beroperasi di pelabuhan Sanana. RDP kali ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan, perlu kami informasikan bahwa rencana truk mau menaikan ongkos angkutan karena mereka kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga mereka menggunakan dexlite,”jelas Safrin.
Lanjutnya, dengan demikian maka DPRD, khususnya komisi I dan II mencari solusi dan akhirnya menemukan solusi bahwa pihak SPBU Pohea dan SPBU Waiboga menyediakan bio solar untuk kendaraan tersebut. Sehingga mereka tidak lagi mengisi BBM dexlite.
“Perindagkop akan merekomendasikan truk-truk yang beroperasi di pelabuhan untuk mengisi solar. Misalkan truk A akan mendapatkan rekomendasi pengisian di SPBU Pohea dan truk B akan mendapatkan rekomendasi pengisian di SPBU Waiboga, supaya terakomodir semua,”ujarnya.
Politisi asal partai Nasdem itu menambahkan, dari solusi yang didapatkan melalui RDP tadi sehingga rencana pihak sopir truk yang mau menaikan harga angkutan pelabuhan tersebut tidak bisa lagi menaikan. (bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim

Saat ini belum ada komentar