Restrukturisasi Perumda Ake Gaale Segera Dilakukan, Jumlah Kabag Dipangkas
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 18

Firman Mudaffar Sjah (kiri) saat dilantik sebagai Dirut Perumda Ake Gaale Ternate bersama Samin Marsaoly sebagai dewan pengawas (kanan), Kamis (16/4/2026)
Ternate, majangpolis.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Ternate di bawah direksi dan dewas yang baru segera membenahi tata kelola perusahaan yang dimulai dengan restrukturisasi organisasi dalam jangka pendek. Salah satu fokus utama adalah penyesuaian jumlah jabatan struktural agar lebih ramping.
“Kalau melihat kondisi saat ini, jumlah kabag (kepala bagian) di Perumda mencapai delapan hingga sembilan. Ini tentu harus disesuaikan agar organisasi lebih lincah,” jelas Samin Marsaoly usai dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale Ternate oleh Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, Kamis (16/4/2024).
Samin menjelaskan, langkah tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Kepegawaian, yang mengatur batas maksimal enam kepala bagian (kabag) dan minimal empat kabag dalam suatu struktur.
Ia menegaskan, kebijakan ini bukan berarti pengurangan pegawai, melainkan penataan ulang struktur organisasi. Pegawai yang ada akan tetap dipertahankan, namun distribusinya akan difokuskan pada wilayah operasional.
“Bukan pengurangan karyawan. Kita tidak menambah, tapi menata ulang agar lebih efektif. Selama ini sekitar 70 persen pegawai menumpuk di wilayah administrasi. Ke depan, kita dorong lebih banyak ditempatkan di wilayah operasional,” papar Samin.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan, terutama dalam pengelolaan sistem distribusi air di lapangan. Penempatan pegawai akan diperkuat pada sektor-sektor teknis seperti instalasi dan pengawasan distribusi air.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, ia juga mengaku telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada manajemen. Salah satunya adalah memperkuat struktur di tingkat operasional dibandingkan administratif.
“Saya selaku dewan pengawas hanya memberi saran untuk pertimbangan. Yang utama adalah bagaimana pegawai ini tersebar untuk memperkuat level operasional, bukan menumpuk di administrasi,” tandas Samin yang juga Kepala BKPSDM Kota Ternate tersebut.
Wali kota juga melantik Firman Mudaffar Sjah sebagai Direktur Utama Perumda Ake Gaale periode 2026-2030. Firman terpilih berdasarkan seleksi ketat yang dilakukan pansel. (ikh)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar