Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026

Oleh: Mohtar Umasugi

Menjelang pelaksanaan event budaya Gabalil Hai Sua pada 2 Mei 2026, saya melihat ada satu hal yang patut diapresiasi sekaligus direnungkan secara bersama. Kesiapan panitia pelaksana yang semakin matang di tengah keterbatasan, namun tetap mampu menghadirkan optimisme kolektif.

Event ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan representasi dari denyut kebudayaan orang Sula yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi, bahkan hingga ke tanah rantau. Kehadiran 30 tim peserta yang terdiri dari masyarakat Sula, baik yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula maupun di perantauan, menjadi bukti bahwa identitas kultural tidak lekang oleh jarak geografis. Justru, diaspora Sula menemukan momentum pulang baik secara fisik maupun emosional melalui event ini.

Tidak hanya itu, kehadiran tim pemantau dari Kabupaten Halmahera Selatan dan beberapa kota lainnya menunjukkan bahwa Gabalil Hai Sua telah melampaui batas lokalitas. Ia mulai menegaskan dirinya sebagai ruang perjumpaan budaya yang memiliki daya tarik regional.

Dalam perspektif ini, event ini berpotensi menjadi cultural diplomacy berbasis lokal yang jika dikelola secara berkelanjutan, dapat menjadi ikon pariwisata budaya Maluku Utara.

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat kerja sunyi yang tidak selalu terlihat. Panitia pelaksana telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi lintas pihak. Kesiapan ini bukan sesuatu yang lahir secara instan, melainkan hasil dari komitmen, kerja kolektif dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya leluhur.

Dalam konteks ini, saya melihat peran penting sosok Pak Adnan Husein atau yang akrab disapa Ko Nan. Kontribusinya dalam membantu panitia, khususnya dari sisi pendanaan, bukan sekadar bentuk dukungan material, tetapi juga refleksi dari kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal. Di tengah realitas minimnya perhatian struktural terhadap kegiatan budaya, kehadiran figur seperti Ko Nan menjadi penopang utama agar idealisme panitia tidak berhenti di tengah jalan.

Secara analitis, kondisi ini sekaligus mengindikasikan bahwa pengelolaan event budaya di daerah masih sangat bergantung pada inisiatif individu dan solidaritas komunitas. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, diharapkan hadir lebih serius dalam memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, anggaran, maupun fasilitasi. Sebab, kegiatan seperti Gabalil Hai Sua tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi, sosial, dan bahkan politik identitas masyarakat lokal.

Lebih jauh, kesiapan panitia dan antusiasme peserta harus dimaknai sebagai modal sosial yang sangat berharga. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, event ini dapat berkembang menjadi agenda strategis daerah yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka ruang partisipasi generasi muda, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat Sula.

Akhirnya, Gabalil Hai Sua bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam perlombaan, tetapi tentang bagaimana kita menjaga ingatan kolektif, merawat identitas, dan membangun masa depan berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Kesiapan panitia hari ini adalah cermin dari harapan besar bahwa budaya Sula akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi kebanggaan bersama.

Besok, ketika event ini resmi digelar, kita tidak hanya menyaksikan sebuah kegiatan, tetapi juga sebuah peristiwa kultural yang sarat makna tentang pulang, tentang kebersamaan, dan tentang tanggung jawab sejarah yang tidak boleh diabaikan. (*)

 

Penulis merupakan pengajar di STAI Babbusalam Sula.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BK DPRD Malut Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Aksandri Kitong

    BK DPRD Malut Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Aksandri Kitong

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Sunarto Hi. Hasan
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Sofifi, majangpolis.com — Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik dan sumpah jabatan yang menyeret anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, Aksandri Kitong. Wakil Ketua BK DPRD Maluku Utara, Iksan Subur, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) perdana pada, Selasa (7/4/2026) di kantor perwakilan Pemerintah Provinsi […]

  • Kapolsek dan Danramil Patani Ikut Kukuhkan Paskibraka Kecamatan Patani

    Kapolsek dan Danramil Patani Ikut Kukuhkan Paskibraka Kecamatan Patani

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, resmi dikukuhkan di gedung pertemuan Desa Kipa, Sabtu (15/8/2026) malam. Upacara tersebut dihadiri Camat Patani Agil Mahmud, Kapolsek Patani Ipda Mustakim Puasa, Danramil Patani 1512/02 Patani Lettu Inf. Losias Lakia, para kepala desa se-Kecamatan Patani, kepala sekolah dan guru, Dharma Wanita, […]

  • Remaja Autis Korban Perdagangan Anak di Ternate Dijual Teman Sendiri

    Remaja Autis Korban Perdagangan Anak di Ternate Dijual Teman Sendiri

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Kasus perdagangan orang di Kota Ternate, Maluku Utara terbongkar. Korbannya, remaja dengan keterbelakangan mental menjadi korban TPPO (tindak pidana perdangan orang). Terduga pelaku yang menjual korban adalah temannya sendiri berstatus siswi SMP di Ternate. Mirisnya, korban dijual ke oknum anggota TNI berinsial Sertu S yang berdinas di Kodim 1501 Ternate sebagai Babinsa […]

  • Besok, Jenazah Mantan Wali Kota Haji Bur Tiba di Ternate

    Besok, Jenazah Mantan Wali Kota Haji Bur Tiba di Ternate

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Jenazah almarhum H. Burhan Abdurrahman, mantan Wali Kota Ternate periode 2010–2015 dan 2016–2021, dijadwalkan dimakamkan kembali di Kota Ternate pada, Selasa (12/5/2026). Jenazah wali kota yang akrab disapa Haji Bur itu dipindahkan dari pemakaman di Macanda Makassar ke TPU Kuburan Islam Ternate. Haji Bur meninggal di RS Sayang Rakyat Kota Makassar pada […]

  • Tauhid Lantik 7 Pejabat Baru, Ada yang Nonjob

    Tauhid Lantik 7 Pejabat Baru, Ada yang Nonjob

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman kembali melantik sejumlah pejabat utama di Pemkot Ternate, Maluku Utara. Ada lima pejabat yang dimutasi menduduki posisi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) baru serta dua pejabat yang dikukuhkan kembali pada jabatan yang sama. “Manfatkan kesempatan ini sebagai peningkatkan kinerja, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab membangun […]

  • Warga Kepulauan Sula Hilang Empat Hari, Ada Temuan Pakaian di Pesisir Desa Kabau

    Warga Kepulauan Sula Hilang Empat Hari, Ada Temuan Pakaian di Pesisir Desa Kabau

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Seorang warga Desa Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, dilaporkan hilang di sekitar pesisir pantai desa setempat, Sabtu (18/4/2026). Hingga kini, tim SAR gabungan tengah melakukan upaya pencarian. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate menerima laporan dari Kapolsek Sulabesi Barat terkait hilangnya pria bernama Muhammad Buamona (42), warga Desa Kabau Pantai. […]

expand_less