Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

Gabalil Hai Sua, Antara Kesiapan, Kebanggaan dan Tanggung Jawab Kolektif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 287

Oleh: Mohtar Umasugi

Menjelang pelaksanaan event budaya Gabalil Hai Sua pada 2 Mei 2026, saya melihat ada satu hal yang patut diapresiasi sekaligus direnungkan secara bersama. Kesiapan panitia pelaksana yang semakin matang di tengah keterbatasan, namun tetap mampu menghadirkan optimisme kolektif.

Event ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan representasi dari denyut kebudayaan orang Sula yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi, bahkan hingga ke tanah rantau. Kehadiran 30 tim peserta yang terdiri dari masyarakat Sula, baik yang berada di Kabupaten Kepulauan Sula maupun di perantauan, menjadi bukti bahwa identitas kultural tidak lekang oleh jarak geografis. Justru, diaspora Sula menemukan momentum pulang baik secara fisik maupun emosional melalui event ini.

Tidak hanya itu, kehadiran tim pemantau dari Kabupaten Halmahera Selatan dan beberapa kota lainnya menunjukkan bahwa Gabalil Hai Sua telah melampaui batas lokalitas. Ia mulai menegaskan dirinya sebagai ruang perjumpaan budaya yang memiliki daya tarik regional.

Dalam perspektif ini, event ini berpotensi menjadi cultural diplomacy berbasis lokal yang jika dikelola secara berkelanjutan, dapat menjadi ikon pariwisata budaya Maluku Utara.

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat kerja sunyi yang tidak selalu terlihat. Panitia pelaksana telah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari aspek teknis hingga koordinasi lintas pihak. Kesiapan ini bukan sesuatu yang lahir secara instan, melainkan hasil dari komitmen, kerja kolektif dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya leluhur.

Dalam konteks ini, saya melihat peran penting sosok Pak Adnan Husein atau yang akrab disapa Ko Nan. Kontribusinya dalam membantu panitia, khususnya dari sisi pendanaan, bukan sekadar bentuk dukungan material, tetapi juga refleksi dari kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal. Di tengah realitas minimnya perhatian struktural terhadap kegiatan budaya, kehadiran figur seperti Ko Nan menjadi penopang utama agar idealisme panitia tidak berhenti di tengah jalan.

Secara analitis, kondisi ini sekaligus mengindikasikan bahwa pengelolaan event budaya di daerah masih sangat bergantung pada inisiatif individu dan solidaritas komunitas. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, diharapkan hadir lebih serius dalam memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, anggaran, maupun fasilitasi. Sebab, kegiatan seperti Gabalil Hai Sua tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi, sosial, dan bahkan politik identitas masyarakat lokal.

Lebih jauh, kesiapan panitia dan antusiasme peserta harus dimaknai sebagai modal sosial yang sangat berharga. Jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, event ini dapat berkembang menjadi agenda strategis daerah yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka ruang partisipasi generasi muda, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat Sula.

Akhirnya, Gabalil Hai Sua bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam perlombaan, tetapi tentang bagaimana kita menjaga ingatan kolektif, merawat identitas, dan membangun masa depan berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Kesiapan panitia hari ini adalah cermin dari harapan besar bahwa budaya Sula akan terus hidup, tumbuh, dan menjadi kebanggaan bersama.

Besok, ketika event ini resmi digelar, kita tidak hanya menyaksikan sebuah kegiatan, tetapi juga sebuah peristiwa kultural yang sarat makna tentang pulang, tentang kebersamaan, dan tentang tanggung jawab sejarah yang tidak boleh diabaikan. (*)

 

Penulis merupakan pengajar di STAI Babbusalam Sula.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    Pawai Obor Iringi Takbiran, Cara Warga Wainin Hidupkan Tradisi Lama

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Fadli Kayoa
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Suasana malam takbiran di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tampak berbeda dengan penuh khidmat. Ratusan warga turun ke jalan mengikuti pawai obor sambil mengumadankan takbir, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 pada, Jumat malam (20/3/2026). Koordinator  pawai obor, Ikram Gay mengatakan, pawai obor malam […]

  • Geger Temuan Mayat di Rumah Dinas ISDIK Kieraha Ternate

    Geger Temuan Mayat di Rumah Dinas ISDIK Kieraha Ternate

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Warga Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Maluku Utara kembali digegerkan dengan temuan mayat pada, Selasa (23/9/2025). Berdasarkan informasi awal yang diterima Majangpolis.com, mayat pria tersebut ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di dalam rumah Intitute Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kieraha Ternate di Kelurahan Sasa. Identitas korban diketahui bernama Abd. Rasid Umaternate yang merupakan Wakil […]

  • Basarnas Ternate Latih Ratusan Warga Batang Dua, Siaga Hadapi Bencana

    Basarnas Ternate Latih Ratusan Warga Batang Dua, Siaga Hadapi Bencana

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate menggelar Pelatihan Pemasyarakatan Search and Rescue (SAR) yang diikuti 100 peserta dari masyarakat Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pelaksanaan operasi SAR di wilayah Maluku Utara. Pelatihan yang mengusung tema “Pemberdayaan […]

  • Jasad Bayi Mengambang di Sungai Hebohkan Warga Ternate

    Jasad Bayi Mengambang di Sungai Hebohkan Warga Ternate

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Jasad bayi laki-laki ditemukan mengambang di kali mati antara Kelurahan Takoma dan Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Tengah, Maluku Utara pada, Minggu (19/10/2025). Diduga bayi malang tersebut dibuang orangtuanya setelah dilahirkan. Keberadaan bayi tersebut pertama kali ditemukan seorang pengais barang bekas bernama Jefri (42) sekira pukul 07.30 pagi. Jefri saat itu singgah di […]

  • Bupati Kepulauan Sula Janji Bangun Pagar Warga Desa Waiipa

    Bupati Kepulauan Sula Janji Bangun Pagar Warga Desa Waiipa

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Sahbudin Yunus
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Pemerintah Desa Waiipa Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, bersama warga membangun pagar beton secara gotong royong sepanjang jalan raya desa setempat. Kegiatan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama antara pemerintah desa dan masyarakat setempat. Warga sepakat pekerjaan dilakukan secara bertahap melalui partisipasi masyarakat. Kepala Desa Waiipa, Daud Fokayaa, kepada wartawan mengatakan, pembangunan pagar […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Patani Gelar Bakti di Masjid Nurul Hidayah

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Patani Gelar Bakti di Masjid Nurul Hidayah

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Weda, majangpolis.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polsek Patani menggelar kegiatan bakti religi di Masjid Nurul Hidayah, Desa Bakajaya, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Patani IPDA. Mustakim Puasa bersama personel Polsek Patani dan melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk […]

expand_less