Tim Teknis Misterius, Proyek Madrasah di Sula Muncul Tanpa Identitas
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month Sab, 25 Apr 2026
- visibility 281

Bangunan sekolah MTs. Nurul Bahri di Desa Pohea.
Sanana, majangpolis.com – Pasca disoroti aksi Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara, sisa pekerjaan proyek Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Bahri di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, kembali dikerjakan.
Proyek yang bersumber dari APBN 2025 melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) ini memiliki nilai anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp2,1 miliar untuk MIS dan Rp2,4 miliar untuk MTS. Pekerjaan tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Wiarabaya Nusantara Permai.
Namun, di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan yang memicu pertanyaan publik. Salah satunya adalah kesalahan penulisan pada papan nama MTS dan Mis. Desa Pohea justru ditulis “Desa Pohon”, yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan profesionalitas pelaksana.
Keanehan lain muncul dari keberadaan pekerja yang mengaku sebagai “tim teknis”. Saat ditemui wartawan, Sabtu (25/04/2026) dilokasi salah satu pekerja mengaku sebagai teknisi, namun menolak menjelaskan asal instansinya.
“Saya dari tim teknis. Saya tidak bisa berbicara dan itu hak saya,” tambahnya saat didesak apakah berasal dari pihak balai atau perusahaan pelaksana.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masih terdapat sejumlah item pekerjaan yang belum rampung, sehingga dikerjakan antara lain:
Pemasangan lampu, termasuk di kamar mandi, belum lengkap, tiang bendera belum dipasang kembali papan nama proyek dengan penulisan keliru belum diperbaiki, pengecatan pintu belum dilakukan, pengecatan lesplank belum selesai, sebagian dinding bangunan belum dicat, pemasangan besi untuk saluran rabat belum rampung, serta kusen pintu dan jendela sebagian belum terpasang.
Selain itu, instalasi penerangan (kabel listrik dan lainnya) belum selesai dan perbaikan paving yang rusak akibat dilalui truk belum dilakukan serta Pembersihan lingkungan pasca pekerjaan belum tuntas.
Selain itu, pemasangan papan nama beserta alamat MTS dan MIS juga terkesan dikerjakan secara asal, dan belum mencerminkan standar kualitas pekerjaan yang semestinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai identitas “tim teknis” tersebut serta progres penyelesaian proyek.(bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar