Mahasiswa KKN Unkhair Edukasi Siswa SMPN 11 Kota Ternate soal Kekerasan Seksual
- account_circle Ikram Salim
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 57

Foto bersama mahasiswa KKN Unkhair Ternate dengan siswa SMP 11 Kota Ternate.
Ternate, majangpolis.com – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) di Kelurahan Afe-Taduma, Kota Ternate, menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bagi siswa SMP Negeri 11 Kota Ternate, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang pentingnya melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan seksual sejak usia dini.
Koordinator lapangan (Korlap) KKN Unkhair Afe-Taduma, Arsil Ismail, mengatakan sosialisasi tersebut untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, cara mengenali tanda-tandanya, serta langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindakan kekerasan seksual.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian siswa untuk berbicara dan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan seksual, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai,” ujar Asril, Kamis (16/7/2026).
Selain meningkatkan pemahaman, sosialisasi ini juga bertujuan membangun sikap saling menghormati antarsiswa, mengurangi perilaku perundungan maupun pelecehan bernuansa seksual, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang responsif terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMP Negeri 11 Kota Ternate, Marlia Mahmud, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual perlu diberikan sejak dini agar anak memiliki pemahaman yang benar tentang batasan diri dan mampu melindungi dirinya.
“Pencegahan masalah seksual sejak dini sangat penting dan harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar. Tujuannya bukan membuat anak takut, tetapi membekali mereka dengan pengetahuan yang benar agar memahami batasan, mampu menjaga diri, dan berani mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan mengenai pencegahan kekerasan seksual bukan untuk menakut-nakuti anak tentang persoalan seksual, melainkan sebagai bekal agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, berani, dan mampu menjaga diri di masa depan. (ikh)
- Penulis: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar