Erupsi Gunung Dukono, Puluhan Pendaki Terjebak, 2 WNA Dilaporkan Meninggal
- account_circle Ikram Salim
- calendar_month Jum, 8 Mei 2026
- visibility 61

Anggota Basarnas Ternate saat melakukan evakuasi sejumlah korban erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026)
Tobelo, majangpolis.com – Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap puluhan pendaki yang dilaporkan tersesat dan terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).
Informasi awal diterima Basarnas melalui Basarnas Command Center (BBC) setelah adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. Laporan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya.
Kepala Desa Mamuya menyampaikan bahwa sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono. Atas kondisi tersebut, pihak desa meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan, tim rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT.
“Tim kemudian berkoordinasi dengan Polres dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara terkait situasi terkini sebelum bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi para pendaki, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi,” ujar Iwan dalam keterangannya.
Berdasarkan data sementara, total korban yang terdampak berjumlah 20 orang, termasuk seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya mencapai lokasi para pendaki untuk melakukan proses evakuasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, dan masyarakat setempat.
Sementara itu, identitas lengkap para korban masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak terkait. (ikh)
- Penulis: Ikram Salim



Saat ini belum ada komentar