Kemarau Panjang, Sumur PDAM Waibau Mengering, Distribusi Air di Sanana Terganggu
- account_circle Sahbudin Yunus
- calendar_month 4 jam yang lalu

Dirut PDAM Sula, Burhanudin Buamona.
Sanana, majangpolis.com – Kemarau panjang menyebabkan sumur sumber air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kepulauan Sula di Desa Waibau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mengering pada Jumat (30/10/2026). Kondisi ini berdampak pada distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah desa.
Direktur PDAM Kepulauan Sula, Burhanudin Buamona, menyampaikan informasi tersebut melalui video pendek di Facebook kepada pelanggan mengenai gangguan pelayanan.
Burhanudin mengatakan, kondisi sumur yang mengering membuat pihaknya harus mematikan tiga mesin pompa. Saat ini, hanya satu mesin yang masih beroperasi.
“Kami mau menyampaikan bahwa menjelang Jumat tadi, sumur PDAM di Desa Waibau sedang kering. Oleh karena itu, tim kami mematikan sebanyak tiga mesin dan hanya satu mesin yang hidup,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, distribusi air kepada pelanggan di Desa Waibau, Fagudu, dan Mangon mengalami gangguan. Sebagian pelanggan berpotensi tidak mendapatkan pasokan air, sementara pelanggan lainnya hanya menerima air dengan tekanan yang lebih rendah.
Menurut Burhanudin, gangguan itu terjadi karena ketersediaan air di sumur belum mencukupi untuk mengoperasikan seluruh mesin pompa.
Ia berharap kondisi sumur dapat kembali pulih pada sore hari sehingga seluruh mesin bisa dioperasikan kembali.
“Insyaallah sore ini sampai menjelang Magrib, kalau sumur sudah penuh, maka kami akan menghidupkan kembali semua mesin. Ini sekadar informasi untuk pelanggan semua. Kami mohon maaf atas pelayanan yang tidak nyaman ini,” tuturnya.
PDAM Kepulauan Sula mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk memahami kondisi tersebut sembari menunggu ketersediaan air di sumur kembali mencukupi untuk mendukung distribusi air bersih. (bud)
- Penulis: Sahbudin Yunus
- Editor: Ikram Salim





Saat ini belum ada komentar