Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

Trans Kieraha Solusi Kesejahteraan Kepulauan, Saatnya Maluku Utara Merumuskan Ulang Strategi Pembangunan Gugus Pulau

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
  • visibility 158
Oleh: Adnan Machmud (Sekretaris ISNU Maluku Utara
Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam tiga tahun terakhir melesat dengan kecepatan dua digit, sebuah capaian yang membuat provinsi ini kerap menjadi perbincangan nasional. Namun, di balik grafik PDRB yang menanjak, terdapat sebuah paradoks yang semakin terasa oleh Masyarakat, pertumbuhan tinggi tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan yang merata.
Inilah temuan penting dari Kajian ISNU Maluku Utara bersama SIDEGO Kieraha mengenai faktor-faktor penghambat distribusi kesejahteraan. Temuan ini bukan sekadar catatan statistik, tetapi potret sosial yang menggambarkan bagaimana “ekonomi yang berlari cepat” ternyata tertahan oleh hambatan struktural khas wilayah kepulauan.
Dengan penduduk 1.373.267 jiwa, tersebar pada 64 pulau berpenghuni dari total 1.474 pulau, pemerataan pembangunan Maluku Utara tidak hanya diuji oleh tantangan kemiskinan dan keterbatasan fiskal, tetapi oleh geografi itu sendiri, sebuah provinsi kepulauan yang ditakdirkan bermukim di pulau berjauhan, tetapi ingin maju bersama dalam wilayah NKRI.
Akar Ketimpangan, Problem Geografi dan Nasib Ekonomi. Kajian ISNU–SIDEGO menunjukkan bahwa perlambatan distribusi kesejahteraan di pulau-pulau kecil bukan semata soal anggaran. Akar persoalannya jauh lebih dalam, struktural, dan tidak bisa diatasi dengan pendekatan pembangunan daratan yang selama ini menjadi pola umum perencanaan pemerintah.
1. Geografis dan Aksesibilitas: Ketika Selat Menjadi Sekat
• Pemukiman di pulau-pulau kecil menciptakan keterisolasian natural.
• Transportasi laut dan udara yang minim membuat harga barang melambung.
• “Ekonomi biaya tinggi” menjadi norma, bukan anomaly, sebuah kondisi yang oleh BKS Provinsi Kepulauan disebut memakan hingga 25% dari ongkos produksi dasar, jauh di atas standar negara lain. Di pulau kecil, sekilo beras bukan sekadar komoditas, ia bisa berubah menjadi simbol jarak sosial antara mereka yang tinggal di pulau besar dan yang terisolasi.
2. Kesenjangan Sosial Ekonomi: Dua Dunia dalam Satu Provinsi
Pulau kecil sering tertinggal dalam hal:
• akses pendidikan,
• layanan kesehatan,
• air bersih dan sanitasi,
• akses modal dan teknologi.
Mobilitas tenaga kerja rendah, sementara produktivitas ekonomi stagnan. Di tengah pertumbuhan industri pertambangan dan hilirisasi nikel, masyarakat di pulau kecil justru terjebak dalam ekonomi subsisten.
3. Perencanaan yang Tidak Berpihak pada Kepulauan
Masalah klasik yang terus berulang:
• Perencanaan pembangunan masih berkarakter continental mindset, seakan Maluku Utara berada di daratan besar seperti Jawa.
• DAU dan formula fiskal nasional belum mempertimbangkan luas laut sebagai “wilayah pelayanan”.
• Keterbatasan fiskal daerah memperburuk kualitas infrastruktur dasar antarpulau.
Tanpa desain induk pembangunan kemaritiman, pembangunan lokasi terpencil tidak pernah benar-benar menjadi prioritas.
4. Kerentanan Lingkungan: Pukulan Ganda bagi Pulau Kecil
Pulau-pulau kecil di Maluku Utara menghadapi ancaman, abrasi, krisis air bersih, banjir rob, cuaca ekstrem, dan dampak perubahan iklim. Kerentanan ini mempertinggi biaya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
Pengingat dari Provinsi Kepulauan Lain
Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, dalam FGD RUU Daerah Kepulauan (2022), merumuskan enam isu utama yang juga dialami Maluku Utara, yaitu Ekonomi biaya tinggi, Potensi besar yang tak berbanding lurus dengan kesejahteraan, Infrastruktur dasar yang minim, SDM terbatas, Ancaman kejahatan lintas negara, dan Kuatnya interaksi sosial dengan negara tetangga.
Poin-poin ini mempertegas bahwa masalah Maluku Utara bukanlah unik, tetapi solusi untuk Maluku Utara harus dirancang spesifik sesuai identitasnya, wilayah gugus pulau yang disebut Kieraha.
Transmigrasi Lokal: Jalan Baru bagi Distribusi Kesejahteraan. ISNU Maluku Utara menyimpulkan bahwa tantangan geografis tidak dapat diatasi dengan pendekatan sporadis. Ia membutuhkan solusi structural, melalui redistribusi pola pemukiman.
Transmigrasi Lokal (Tranlok) menjadi opsi strategis yang realistis dan berbiaya lebih efisien daripada pembangunan infrastruktur di pulau-pulau kecil yang penduduknya sedikit, tersebar, dan rentan.
ISNU memproyeksikan empat karakteristik pulau yang layak menjadi sumber migrasi:
1. Satu Desa Satu Pulau, penduduk sedikit, biaya layanan publik tinggi.
2. Satu Kecamatan Satu Pulau, beban pelayanan besar, PAD minim.
3. Pulau Tidak Layak Huni, rentan abrasi, air terbatas, sulit berkembang, dan keterbatasan infrastruktur.
4. Pulau dengan Kepadatan Tinggi,  keterbatasan lahan dan ruang ekonomi.
Dari pulau-pulau kecil ini, penduduk produktif dapat dipindahkan ke Pulau Halmahera, yang memiliki:
• kepadatan terendah di antara 64 pulau berpenghuni,
• sumber daya lahan yang luas,
• potensi pertanian, perikanan, dan perkebunan,
• sentra industri pertambangan dan hilirisasi,
• akses jalan Trans Kieraha sebagai tulang punggung pertumbuhan baru,
• dan positioning sebagai pusat pembangunan Maluku Utara masa depan.
Pendeknya, Tanpa konsolidasi penduduk, mustahil menciptakan pemerataan pelayanan publik dan kesejahteraan di wilayah gugus pulau.
Mengapa Tranlok Mendesak?
Karena tanpa redistribusi penduduk yang biaya logistik tidak akan pernah turun, pelayanan publik tidak akan efisien, produktivitas tidak akan meningkat, dan kesenjangan antar pulau akan terus melebar, meskipun PDRB terus meroket.
Pertumbuhan ekonomi dua digit tanpa pemerataan penduduk hanyalah angka impresif di atas kertas, secara sosial tak lebih dari oasis di tengah gurun.
Menata Ulang Maluku Utara sebagai Provinsi Kepulauan Modern. Melalui Transmigrasi Lokal berbasis Halmahera, Maluku Utara dapat, mempercepat integrasi ekonomi, menurunkan biaya logistik, memperbaiki kualitas SDM, memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan, dan menyiapkan generasi muda untuk terlibat dalam industri masa depan.
Langkah ini bukan sekadar program kependudukan, tetapi strategi pembangunan jangka panjang untuk menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Momentum yang Jangan Disia-siakan. Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sedang berada pada momentum terbaik dalam sejarahnya. Tetapi distribusi kesejahteraan masih terseok-seok karena beban geografis.
Jika ingin keluar dari paradoks “tambang subur, pulau kering”, maka keberanian merumuskan ulang strategi pembangunan gugus pulau adalah kunci.
Transmigrasi Lokal menuju Halmahera bukan sekadar pilihan, itu kebutuhan strategis untuk membentuk masa depan Maluku Utara yang benar-benar adil dan sejahtera. Dan seperti kata Mukhtar Adam Ketua ISNU Maluku Utara : “Laut memang memisahkan kita, tetapi kebijakan yang tepat bisa menyatukan kesejahteraan kita.” (*)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Dapat Izin Berobat dari Jaksa, Tahanan di Lapas Sanana Meninggal Dunia

    Tak Dapat Izin Berobat dari Jaksa, Tahanan di Lapas Sanana Meninggal Dunia

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sanana, majangpolis.com – Salah satu tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula atas nama Taufik Kailul (19), meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Senin (17/11/2025) pukul 09.00 WIT. Informasi yang dihimpun majangpolis.com, almarhum adalah Warga Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, yang tersandung kasus dugaan pengeroyokan dan di tahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) […]

  • Mahasiswi Poltekkes Ternate Beri Edukasi CTPS di SDN 12 Ternate

    Mahasiswi Poltekkes Ternate Beri Edukasi CTPS di SDN 12 Ternate

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Ternate, malutpost.com – Mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekkes) Ternate, Maluku Utara melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri 12 Kota Ternate, Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini yang melibatkan puluhan siswa kelas lima sekolah tersebut dimulai dengan pemutaran video edukasi sanitasi cuci tangan pakai sabun (CTPS). Para siswa tampak antusias saat sesi tanya […]

  • Breaking News! Gedung Asrama Haji Ternate Terbakar, Sementara Ditempati Atlet Karate

    Breaking News! Gedung Asrama Haji Ternate Terbakar, Sementara Ditempati Atlet Karate

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Ternate, majangpolis.com – Kebakaran hebat melanda gedung Asrama Haji Kota Ternate, Selasa (18/11/2025). Gedung yang terbakar adalah gedung Musdalifa yang tengah ditempati atlet karate dari Halmahera Barat dan Halmahera Selatan. Salah satu orang tua atlet menceritakan, peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 10.00 WIT. Api mulai terlihat di lantai dua gedung. Menurutnya, saat peristiwa seluruh atlet […]

  • Putera Maluku Utara Sabet Gelar Putera Nusantara Lingkungan 2026

    Putera Maluku Utara Sabet Gelar Putera Nusantara Lingkungan 2026

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Surabaya, majangpolis.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu putera terbaik Maluku Utara, Syahrul Ramadan Abdurrahman. Pria kelahira Tidore Kepulauan itu, berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar 1st Runner Up Putera Nusantara 2026 sekaligus menyandang predikat Putera Nusantara Lingkungan 2026. Capaian ini menjadi prestasi tertinggi yang pernah diraih perwakilan Maluku Utara dalam ajang male […]

  • Polairud Polda Malut Gelar Patroli di Dermaga Bastiong

    Polairud Polda Malut Gelar Patroli di Dermaga Bastiong

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Ternate, Majangpolis – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara menggelar patroli rutin di Dermaga Penyeberangan Motor Kayu Bastiong, Ternate, pada Minggu (8/9/2025). Kegiatan patroli ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan, khususnya di jalur transportasi laut yang menghubungkan Ternate dan Maitara. Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, menjelaskan […]

  • Sosok Purbaya, Menteri Keuangan Baru yang Ditunjuk Prabowo

    Sosok Purbaya, Menteri Keuangan Baru yang Ditunjuk Prabowo

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Ikram Salim
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Jakarta, majangpolis.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan itu dilakukan di Istana Negara pada, Senin (8/9/2025). Purbaya sebelumnya merupakan Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ada lima kementerian yang terkena reshuffle di Kabinet Merah Putih diantaranya, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan […]

expand_less